Menikmati Panorama Danau Lut Tawar dari Dermaga Unik Pantai Menye

  • Oleh Feri Irawan, SSi MPd
    Kepala SMKN 1 Jeunieb

KABARDAILY.COM  |   REPORTASE WARGA – Bukan isapan jempol Kabupaten Aceh Tengah menyimpan banyak sekali pesona wisata yang mengagumkan dan populer di kalangan wisatawan domestik.

Rasanya sayang jika berkunjung ke Aceh Tengah tanpa menikmati panorama danau laut tawar dari bibir pantai. Keindahan pantai-pantainya tak perlu diragukan

Kebetulan, Sabtu-Minggu, (17-18/2) saya bersama lima guru dari SMKN 1 Jeunieb berada di Takengon Ibu kotanya Kabupaten Aceh Tengah dalam rangka menjenguk teman yang sakit.

Seperti orang-orang, kami juga tidak ketinggalan melewatkan kesempatan ini mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di kabupaten ini.

Walaupun sudah banyak yang menulis tentang indahnya panorama Aceh Tengah di berbagai media, jemari saya pun “gatal” ingin menulis mengeksplor hal yang sama sebagai kekaguman saya betapa indahnya alam ciptaan Allah SWT di kabupaten ini.

Salah satu destinasi wisata yang kami datangi adalah Pantai Menye. Pantai Menye mempunyai pemandangan indah yang akan membuat kagum siapapun yang ke sana. Tempat ini merupakan salah satu tempat wisata paling populer di dataran tinggi Gayo. Nama Pantai Menye sendiri memiliki arti pantai manja atau tempat bermanja, nama menye di ambil dari bahasa Gayo atau suku utama yang bertempat tinggal di kawasan pegunungan tinggi ini. Begitu kira-kira alasannya mengapa dinamakan Pantai Menye.

Untuk menuju Pantai Menye membutuhkan waktu sekitaran 45 menit dengan jarak 19 kilometer dari Pusat Kota Takengon.

Di sepanjang perjalanan menuju lokasi Pantai Menye, kita akan di suguhi pemandangan alam yang akan sedikit menghilangkan kebosanan dalam perjalanan. Selain pemandangan bukit-bukit terjal nan indah dan panorama Danau Lut Tawar yang tepat berada di pinggir jalan, kita juga akan banyak menemukan banyak tempat santai menarik yang tidak rugi untuk di singgahi di pinggir danau sekadar ber-swafoto dan mencicipi aneka makanan dan minuman khas kota dingin Takengon.

Tempat wisata yang diresmikan awal 2020
ini dibangun pemerintah setempat (Aceh Tengah), dan pengelolaannya diserahkan ke Kelompok Sadar Wisata (KSW) Kecamatan Bintang.

Di pantai ini terdapat
dermaga yang memiliki ciri khas unik dan menarik. Ini terlihat dari bentuknya yang didesain dari kayu. Unik karena bangunannya berbentuk lengkungan perahu yang didisain mirip Kerawang Gayo, yaitu pakaian lokal masyarakat disana.

Untuk bisa berfoto sepuasnya dengan spot foto nan rupawan berlatar Gunung Burni Telong, setiap pengunjung dikenakan biaya Rp. 5.000 per orang. Namun untuk anak-anak, biaya gratis. Tidak dikenakan biaya masuk.

Ornamen utama dermaga ini yang membuatnya kian unik, yaitu digantungnya jangkar ikan. Jangkar ini biasa digunakan masyarakat lokal untuk menangkap ikan depik di Danau Laut Tawar. Jika anda penasaran ingin menikmati panorama danau dan alam sekitarnya Anda bisa dibawa ke tengah danau menggunakan speedboat dengan membayar Rp. 20.000/ orang

Di Pantai Menye ini juga terdapat cafe dengan disain yang sangat menarik, sangat cocok untuk tempat minum kopi yang enak sambil menikmati pemandangan Danau Lut Tawar

Oleh karena itu, tidak lengkap ke Aceh Tengah, jika belum berfoto di destinasi yang instagramable ini.

Semua pesona yang terdapat di pantai ini, sering kali membuat kita seperti hilang ingatan, bahwa sebenarnya kita berada di danau yang terletak di puncak pegunungaan, bukan di tepian laut samudera.

Deburan ombak yang menenangkan dan hembusan angin yang menyegarkan, membuat siapa pun yang berkunjung kesini akan merasakan kedamaian dan kenangan indah di Pantai ini.

Apalagi dengan suara ombak yang khas dan hawanya yang adem membuat saya betah lama-lama disini.

Bagi Anda yang ingin bermalam di seputaran pantai ini, Anda bisa menginap di hone stay yang tidak jauh dari lokasi ini sekaligus bisa menikmati aneka sajian kuliner di cafe yang bersebelahan dengan home stay.

Namun demikian, menurut saya ada tiga hal penting yang perlu mendapat perhatian pengelola untuk terus membenahi pantai ini, yaitu toilet umum, sarana ibadah, dan parkir.

Sayangnya, sejauh nata memandang, kebersihan tempat ini kurang terjaga, banyak sampai di sekitar pinggir Danau.

Maka jangan hanya menikmati keindahan pantai, akan tetapi jagalah dengan lebih bijak agar anak cucu kita juga bisa menikmatinya kelak.[*]