KABARDAILY.COM | CERPEN —– Suara ketukan pintu membuat Arika terbangun dari tidurnya.
“Siapa sih pagi-pagi gini pake bertamu segala” (Menuju kearah pintu dan membukanya).
“Yaallah Arika, jam segini masih aja tidur” (Semprot Ratna sahabatnya Arika sambil menunjukkan jam di tangannya).
“What..?? Udah jam 09:00, aku kesiangan dong”
(Tanpa menunggu jawaba dari Ratna, Arika langsung berlari ke kamar mandi).
“Ya ellah ni anak… ” (Ratna mengeleng-ngeleng kepala).
Beberapa menit kemudian, Arika keluar dari kamar mandi.
“Ayo dong Rat, bantuin kemasin buku-buku ku, ada ulangan b. Inggris hari ini, cepetan! ”
“Udah nyuruh pake marah-marah lagi”
“Ayo cepeten ga usah banyak ngomong”
“Iyah, iya.. Sabar dikit napa”
Mobil silver berlalu begitu kencang. Tanpa Arika sadari, mereka hampir tertabrak.
“Kalo jalan hati-hati dong mas” (Arika keluar dari mobil dengan muka juteknya).
“Enak aja. Kamu yang ngebut, malah aku yang di salahin” (Jawab lelaki itu sambil membalikkan badannya).
“Udah-udah ga usah berantem” (Ratna yang dari tadi diam ikut bicara).
“Kamu… ” (Kata Arika dan lelaki tersebut bersamaan)
“Kalian saling kenal? ” ( tanya Ratna bengong)
Arika dengan rasa kagetnya langsung menjawab
“Ini beneran kamu fan? Cakep banget, aku ga lagi mimpi kan? ” ( Sambil memegang wajah gantengnya Refan).
Refan yang melihat mukanya di pegang langsung bicara
“Eh apa-apaan pake megang-megang segala, ini muka bukan benda”
Arika yang masih kaget dengan perubahan pada diri Refan, membuatnya tak bisa diam.
“Sejak kapan kamu cakep begini. Kemana penampilan culunmu? ”
Tanpa menunggu panjang lebar penuturan Arika, Refan berlalu pergi.
“Kok dia malah pergi. Refan… Maafkan aku yang dulu. Fan… Refan…
Ratna yang dari tadi di buatnya bingung, akhirnya ikut bicara
” Arika.. Kalian saling kenal?
Arika pun tersadar dari ke kagetannya.
“Eh, iya.. Ituloh, Refan. Mantan aku dulu”.
~~~~
Denga langkah tergopoh-gopoh Arika memasuki ruangan rumah sakit. Ratna, sahabatnya. Di vonis virus mematikan.
Dengan linangan air mata, Arika menunggu Ratna sadar dari komanya.
Tanpa Arika sadari, dari tadi Refan memerhatikannya. Duduk di sebelahnya.
” Arika… Kamu kenapa? Kok nangis? ”
“Refan… Kamu ngapain disini? ” (Jawab Arika terkejut).
“Aku menjenguk sepupuku sakit, kamu sendiri ngapain disini? ”
“Fan. Ratna fan, dia… Dia.. ”
(Arika mulai terisak. Tanpa menunggu persetujuan dari Arika, Refan memeluknya).
Beberapa menit kemudian,
“Bu Arika, di panggil pasien Ratna” (Kata suster).
“Apa?? Ratna sudah siuman? (Tanpa berpikir panjang lagi Arika melepas pelukan Refan, berlari ke dalam ruang inap Ratna. Refan mengikutinya dari belakang).
“Ratna… Alhamdulillah kamu sudah sadar” (Memeluk Ratna. Tanpa terasa airmatanya jatuh).
Ratna membalas pelukan Arika
“Makasih ya Arika, kamu memang sahabat terbaikku selama ini. Refan sini”.
Refan tersontak kaget
” Kenapa Rat? ”
“Ayo sini, mendekat”
Refan pun mendekat, Ratna menyatukan tangan Arika dan Refan sambil berkata
” Fan, ku minta tolong sama kamu. Jagain Arika baik-baik yah. Mungkin aku tidak bersamanya lagi. Arika sebenarnya baik. Orangnya yang keras, hatinya lembut. ” (Sambil tersenyum Ratna menghela napas terakhirnya).
“Ratna…. ” ( Arika berteriak histeris).
Setelah Ratna di kebumikan. Arika semakin terisak . Refan yang selalu menemaninya. Dan sama-sama berjanji akan memperbaiki hubungan yang telah lama kandas. Mereka pun menangis diantara sedih dan bahagia.
Karya: Sitti zahara Tarmizi
Dari: Ulee gle-Pidie jaya
Salah satu penulis buku Sejuta kisah di tanah rencong.




















