Legenda Pulo Nasi dan  Pulo Breuh 

  • Laporan Kepala TU Kemenag Aceh Besar, H Khalid Wardana SAg dari Pulo Aceh.

Feature,kabardaily.com –  Alkisah gugusan Pulo Aceh sebelum menjadi sebuah kecamatan yang definitif merupakan bagian dari Kecamatan Peukan Bada..

Antara ujong Pancu, Pulo Batee, Pulo Bunta, Pulo Nasi dan Pulo Breuh tidak terpaut jauh..
Konon masyarakat kawasan Ujong Pancu dari Gampong Lampageu, Lambadeuk, Lamguron dan seputaran Lamteh – Meunasah Tuha merupakan pelaut ulung, bahkan dari kawasan itu lahir sosok pejuang Pahlawan Nasional Tjoet Nyak Dhien.

Tidak hanya mengandalkan rezeki dari daratan Sumatera..tetapi mengarungi Samudera menaklukkan Pulau yang ada di sekitarnya untuk bertani, berladang dan menjadi nelayan..
Konon pada saat itu gugusan Pulau di Ujong Pancu belum ada mukimin (penduduk menetap) dan belum ada nama pulaunya.

Warga silih berganti mengarungi laut dengan membawa pembekalan secukupnya.
Untuk menjangkau Pulau di sebelah barat yang lebih dekat dengan daratan, perbekalan logistik cukup membawa bu kulah (nasi bungkus).

Sedangkan pulau di sebelah utara yang lebih jauh dan lebih luas, masyarakat tidak bisa mengandalkan bu kulah dan pasti akan basi karena terlalu lama, sehingga masyarakat membawa breuh (beras) untuk di masak bersama lauknya.

Pelan tapi pasti kedua pulau ini semakin ramai di kunjungi dan menjadi perkampungan sehingga masyarakat sepakat memberi nama pulau di sebelah barat sebagai Pulo Nasi (mengandalkan logistik bu kulah) sedangkan pulau di sebelah utara di beri nama Breuh (mengandalkan logistik beras dari kawasan daratan).

Saat ini gugusan Pulo Nasi dan Pulo Breuh menjadi sebuah Kecamatan yang di beri nama Pulo Aceh dan terdiri dari 17 gampong (5 gampong di Pulo Nasi dan 12 gampong di Pulo Breuh) dan tidak lagi mengandalkan bu kulah dan breuh dari kawasan daratan.

Justru mereka memiliki stok pangan yang lebih dari cukup untuk di konsumsi walaupun hasil panen padi hanya 1 kali dalam setahun.
Bahkan akan mampu berswasembada pangan jika aspirasi masyarakat untuk pembangunan waduk dan jaringan irigasi bisa terwujud.

#Save_Pulo_Aceh
#Ayoo_ramee_ramee_ke_Pulo_Aceh