Irawan Abdullah : Aceh Harus Jadi Pilot Projek Kerukunan Beragama di Indonesia

Banda Aceh,kabardaily.com – Aceh harus jadi pilot projek kehidupan, kerukunan beragama dan kondisi tersebut sudah terlihat sejak dahulu hingga kini semoga dapat terwujud.

Hal tersebut disampaikan aggota DPRA, Ustaz Irawan Abdullah SAg, Rabu 14 Desember 2022 malam saat memberikan sambutan pada Dialog Tokoh Lintas Agama di Hotel Grand Nanggro Banda Aceh.

Kegiatan tersebut kerjasama Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta dukungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Irawan Abdullah melaksanakan Dialog Tokoh Lintas Agama dalam Rangka Penguatan Syariat Islam tahun 2022, dengan tema Melalui Dialog Tokoh Lintas Agama Kita Tingkatkan Kerukunan dan Keharmonisan Hubungan Sosial Antar Umat Beragama di Aceh, yang dilaksanakan di Banda Aceh, 14-15 Desember 2022 diikuti 90 peserta dari berbagai unsur dan tokoh agama.

Tgk Irawan Abdullah SAg mengatakan Aceh telah lama menerapakan syariat Islam, dengan aturan yang membolehkan dan melarang hal tertentu. Ternyata regulasi itu untuk memberikan kemaslahatan bagi semua penganut agama, sehingga kerukunan beragama terwujud.

Tgk Irawan mencotohkan non muslim di Aceh merasa nyaman dengan kehadiran lembaga keuangan syariat (LKS), kalau pun ada item yang belum terselesaikan, itu karena sistemnya belum berjalan maksimal.

Menurutnya, banyak kasus dan dinamika beragama yang terjadi dalam masyarakat. Namun peran pemerintah penting untuk menyelesaikan masalah tersebut, seperti kasus di Singkil dan tempat lainnya.

“Saya sepakat, dukungan politik sangat penting untuk menyelesaikan dinamika sosial dan antar umat beragama di Aceh,” jelasnya saat sambutan yang duhadiri tokoh agama Islam, Budha, Kristen, dan Hindu.

Kerja sama DPRA, DSI, dan FKUB, katanya, sama-sama membuka diri dan berjalan bersama untuk penguatan syariat Islam, karena terwujudnya syariat Islam menjadi rahmat bagi semua, bukan hanya muslim, tetapi juga terhadap non muslim.

Sementara Kepala DSI Aceh, Dr EMK Alidar berterima kasih pada anggota DPRA, Tgk Irawan Abdullah yang menjadikan DSI untuk melakukan kegiatan keagamaan.

“Saya berharap ke depan Tgk Irawan Abdullah terus mendukung syariat Islam melalui kerja sama dengan DSI,” ujarnya.

Kepada FKUB dan peserta, EMK Alidar berharap terus melakukan upaya agar kerukunan umat beragama terjaga, terutama di daerah perbatasan Aceh-Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu EMK Alidar juga berharap peran media untuk memberitakan hal-hal yang baik tentang kerukunan beragama di Aceh. “Karena kita resah dengan penelitian bahwa Aceh termasuk daerah yang solidaritas beragamanya rendah, “katanya.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan dua hari ini menghasilkan rekomendasi dalam membangun rasa kebersamaan dalam mengayomi dan sinergi serta kenyamanan beragama di Aceh, “pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan narasumber dari anggota DPRA, Ketua FKUB Pusat, Ketua FKUB Sekretariat Kemenag, Akademisi, Kepala DSI Aceh, Ketua FKUB Aceh dan Kepala Kankemenag Aceh.[]