Teman Baruku

Oleh : Azhana Nawzi (Siswi Kelas VII SMPN 3 Ingin Jaya)
SANTERDAILY.COM | ————–Pada suatu hari aku pergi ke perpustakaan sekolah. Aku pergi sendirian. Tiba di pintu perpustakaan ku membuka sepatu ku dan membuka pintu lalu masuk dan langsung disambut oleh Ibu Yuni petugas perpustakaan.
“ Assalamualaikum Bu “ kata ku
“ Walaikum salam, jangan lupa isi buku pengunjung pustaka ya nak” ingat bu Yuni
“ Iya Bu” jawab ku aku langsung mengisi buku pengunjung pustaka.
Lalu aku berjalan ke rak buku satu persatu mencari buku yang ku inginkan. Terhenti di rak buku Sains aku tertarik dengan buku tentang tata surya. Aku mnegambilnya dan langsung menuju ke meja baca. Tak berapa lama ketika aku membaca terlihat ada seorang siswa laki-laki yang tak pernah ku kenal. Apa dia anak baru ya kataku dalam hati. Aduh mak setelah dia mengambil buku dan duduk tepat di depan mejaku. Aku sedikit salah tingkah. Maklum ngak kenal.tak disangka dia mengulurkan tangannya minta kenalan. Dengan agak gugup aku menyambut tangannya untuk berkenalan.
“ Kamu suka baca ya” Tanya nya
“ ya. Kamu anak baru disini “ tanya ku
“Iya, namaku Rizki Andriansyah Kelas VIII b. Aku baru masuk hari ini” Katanya lagi
“ Siapa namamu, kelas berapa” tanya Rizki lagi
“Sonia Azhana, kelas VII a” Jawabku
“ Nama kamu bagus ya, mau jadi temanku” tanya Rizki lagi. Beberapa teman yang sedang membaca diperpustakaan memperhatikan kami.
“ karena hoby kita sama aku mau” jawabku tersenyum. Tiba tiba terasa ada yang berdiri dibelakang ku. Dan tiba tiba Ros kakak kelasku menyuruh aku untuk pindah tempat duduk. Aku bingung dan langsung bertanya
“ ada apa kak, kakak cari tempat duduk lain” kataku tegas
“ kamu yang duduk disana” Katanya lagi sambil mengambil tempat dudukku. Dan tampa disangka dia menolak tubuhku sampai aku jatuh ke belakang. Tak menerima perlakuan itu aku langsung bangun dan berusaha untuk menahan marahku.Riski terkejut dan langsung menhampiriku dan membantu mencarikan aku bangku yang lain. Akupun menurut saja. Lalu kami lanjutkan membaca, tapi aku tak bisa konsentrasi bingung mengingat apa yang terjadi barusan.Tanpa sadar terdengar suara bell masuk dan kami pun berjanji untuk bersama sama membaca di perpustakaan lain waktu.
Semakin hari aku dan Rizki semakin akrab karena kami memiliki hoby yang sama yaitu membaca buku. Tapi ada saja yang tidak senang dengan pertemanan kami. Ketika aku dan Rizki sedang asik membaca Ros datang menghampiri dan meulai menumpahkan kekesalannya pada ku.
“ Kamu duduk disana” perintah Ros lagi. Aku bingung dengan sikapnya ini
“ Kamu ini kenapa Ros, ga ada angin ga ada hujan kok marah marah, kalau mau duduk duduk aja, jangan marah-marah “ kataku ketus. Ternyata kata kataku tadi membuar dia makin tidak senang.
“ diperpustakaan jangan pacaran” kata Ros lagi. Ini yang bikin aku tambah emosi.
“ siapa yang pacaran “ tanya ku lagi
“ kami cuma teman dan membaca buku, jangan baperan doang” ujarku. Rizki bingung dan langsung menarik tangan ku, namun Ros sudah duluan menarik lengan bajuku sampai bajuku robek. Aku kaget dan sedikit berteriak. Mendengar kegaduhan ini Ibu Yuni penjaga perpustakaan langsung menghampiri dan menayakan apa yang terjadi. Aku mencerikaan kejadian dan Rizkipum memberi penjelasan. Terlihat Ros salah tingkah dan sedikit ketakuatan. Takut dimarahi Bu Yuni. Bu Yuni menasehati kami dan memberi hukuman kepada Ros untuk dalam sebulan ini Ros dilarang untuk masuk pustaka. Aku dan Rizki merasa lega karena kami tetap diizinkan untuk masuk dan membaca diperpustakaan. Rizki menjadi teman membaca ku. Hoby kami sama dan banyak hal yang bisa kami diskusikan, aku berharap kami tetap menjadi teman yang bisa membantu sama lain dan saling melindungi.