Kegiatan darma wisata merupakan perjalanan atau kunjungan singkat ke tempat – tempat wisata. Kegiatan ini bertujuan untuk bersenang – senang sebagai bentuk kegiatan rekreasi.
Budaya rekreasi ini juga masih menjadi agenda kegiatan favorit pelajar , khususnya para siswa SD Negeri 2 Saree Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar.
Kamis (25/03/2021) kemarin para siswa kelas 6 beserta dewan guru telah melakukan perjalanan wisata ke beberapa tempat wisata yang berada di wilayah Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.
Meski suasana pandemi masih menyelimuti kondisi masyarakat kita, namun hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk sekedar menikmati suasana alam dan mengetahui informasi sejarah dari tempat wisata yang kami kunjungi.
Plt. Kepala Sekolah SD Negeri 2 Saree (Laina Susilawati, S.Pd) mengatakan bahwa, rute perjalanan wisata yang dipilih tahun ini hanya tiga tempat saja.
Mengingat keadaan belum begitu stabil dan peserta didik yang bisa ikut hanya siswa kelas enam yang berjumlah 23 orang. Dengan pengwasan ketat dan pemberlakuan prokes, kegiatan rekreasi ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan mendapatkan manfaat bagi peserta didik.
Mengawali kegiatan kunjungan wisata, rombongan SD Negeri 2 Saree yang berjumlah 40 orang, mengunjungi Rumah Cut Nyak Dhin .
Rumah panggung khas Aceh tersebut berada di Lampisang Aceh Besar. Rombongan terlihat takjub dengan desain ukiran rumah tersebut. Ditambah lagi paduan warna hitam dasar dinding rumah sangat apik dipadu padan dengan warna khas Aceh merah, kuning dan hijau.
Tak ingin melewatkan momen berharga, kami berpose di depan rumah pahlawan perempuan Aceh tersebut. Namun saat selesai foto, beberapa orang guru terlihat sedikit panik karena kehilangan beberapa orang anak didiknya.
Setelah mencari-cari ke beberapa ruangan lain akhirnya mereka ketemu juga. Bukannya dimarahi, anak-anak tersebut malah diberi pujian oleh seorang guru.
Ternyata rasa ingin tahu anak-anak Saree tersebut tertuju pada sebuah sumur yang berada di bagian belakang kanan rumah.
Sumur inilah yang menjadi peninggalan asli dari rumah Cut Nyak Dhin yang tersisa sampai saat ini. Sedangkan rumah asli Cut Nyak Dhin telah dibakar oleh Belanda saat mengetahui siasat Teuku Umar .
Perjalanan kami lanjutkan ke pantai Lampuuk.
Tempat ini merupakan permintaan khusus para siswa. Mereka sangat ingin mandi dan bermain pasir yang bewarna putih itu. Mungkin karena mata mereka terbiasa memandang kehijauan daerah gunung Seulawah, karena itu pantai menjadi tempat yang paling menyenangkan mereka bermain.
Gelak tawa dan ceria menghiasi waktu yang mereka habiskan di pantai. Seolah beban belajar dan tugas sekolah tidak akan lagi mereka dapatkan.
Tak ketinggalan beberapa game juga kami berikan sebagai bentuk tantangan dan motivasi bagi mereka.
Tiada terasa 4 jam sudah kami habiskan waktu di pantai Lampuuk Aceh Besar.
Hingga saatnya kami harus segera meninggalkan pantai indah tersebut menuju lokasi darma wisata selanjutnya.
Pilihan ketiga memang bukan merupakan tempat wisata, namun lebih kepada memperkenalkan bentuk globalisasi yang terjadi di masa kini.
Biasanya mereka hanya mengetahui tentang proses jual beli modern dari buku atau media lainnya. Namun kali ini mereka busa berlaku sebagai pelaku globalisasi tersebut.
Sebuah Mall yang berada di daerah Kota Banda Aceh menjadi sasaran transaksi ekonomi mereka.
Tampak beberapa anak dengan penuh percaya diri meraih keranjang yang berjejer di dekat kasir swalayan tersebut, bahkan ada yang mengambil troly. Hampir satu jam mereka berkeliling memilah dan nemilih barang yang terpajang rapi di tempat tersebut.
Namun kelucuan muncul diakhir waktu berbelanja. Beberapa guru pendamping melihat isi keranjang mereka yang kosong atau hanya diisi 1 bahan saja. Ketika ditanya nereka mengatakan “Gak tau mau beli apa buk” Hahaaa. Itulah kepolosan mereka.
Namun setidaknya mereka bisa memiliki pengalaman berbelanja di swalayan yang caranya sedikit berbeda dengan toko kelontong biasa.
Mengingat latar belakang sosial ekonomi mereka yang beragam, maka dapat dimaklumi bahwa ada beberapa siawa yang belum pernah memiliki pengalaman berkunjung ke tempat seperti itu.
Tepat pukul 17.00 WIB, kami meninggalkan nall tersebut dan kembali ke gunung Seulawah.
Rasa puas dan senang terlihat jelas dari wajah- wajah polos tersebut. Meskipun dalam waktu yang singkat mereka telah melewati dan memiliki pengalaman banyak hal yang bisa mereka ceritakan kepada keluarga, teman atau saudara.
Sehingga rasa senang tersebut dapat memicu munculnya motivasi mereka dalam belajar.
Semoga tahun depan kegiatan darma wisata dapat kembali diagendakan para Peserta didik dan Dewan Guru SD Negeri 2 Saree.




















