SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH–Plt Gubernur Aceh menyerahkan DIPA, Daftar Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun anggara 2020, dan penghargaan WTP secara simbolis ke seluruh Forkopimda Aceh, Bupati/Walikota se Aceh, juga instansi vertikal yang berafiliasi kepada Pemerintah Aceh pada Kegiatan Penyerahan DIPA, Daftar Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) TA 2020, Serta Piagam Penghargaan Menteri Keuangan Atas Opini WTP Laporan Keuangan Pemerintah Daerah se-Provinsi Aceh Tahun 2018, di aula kantor Setda Aceh, Banda Aceh, Kamis, 21/11/19.
Pada kesempatan tersebut, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengapresiasi kepada seluruh bupati/walikota yang sudah bekerja keras dengan performa terbaik sehingga menghasilkan prestasi terbaik pula.
“Tahun ini, berdasarkan laporan Menteri Keuangan, seluruh kabupaten/kota se Aceh mendapat Opini WTP 100% berturut turut, patut dibanggakan bersama, karena tidak semua pemerintah daerah bisa mendapatkannya, yang mana didapatkan melalui kerja keras kita bersama,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak, untuk bisa segera menjalankan semua yang sudah dialokasikan di DIPA. “Saya optimis, jika DIPA ini cepat dieksekusi, APBA dan APBK, maka eonomi growth aceh 2020 targetnya sekurang-kurangnya sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan bisa lebih tinggi,” tandas Nova.
Ia juga berpesan, agar berhati-hati dalam mengatur anggaran, namun juga tetap meningkatkan kualitas pengelolaan. “Mudah-mudahan seluruh kab/kota dan seluruh institusi vertikal sudah berada di lintasan yang benar, tinggal memperbaiki akselerasi yang belum baik, dan meningkatkan yang sudah baik,” katanya.
Sementara itu, DJPb (Direktorat Jenderal Perbendaharaan Daerah) Aceh, Zaid Burhan Ibrahim mengatakan, bahwa penyerahan DIPA ini merupakan tonggak awal pelaksanaan program pemerintah guna mendorong ekonomi daerah, yang mana penerapannya harus konsisten.
“Konsistensi berkesinambungan sangat diprrlukan untuk mewujudkan kesejahteraan indonesia makmur adil merata, seperti visi pemerintah pusat,” katanya.
Untuk dapat segera mendorong kesejahteraan masyarakat, kata Burhan, ia menyarankan untuk segera mempercepat proses lelang, karena seringkali masalah administrasi menjadi sebab kurang maksimalnya pengalokasian anggaran. “Bahwa DIPA yang sudah diserahkan, agar segera bisa langsung segera di lelang, walaupun tandatangan kontraknya nanti pada tanggal 2 Januari 2020,” tuturnya.
Sementara itu, bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengatakan bahwa tahun ini, Aceh Besar menerima dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp. 1.648.032.943. Ia mengajak seluruh unsur pemerintah Aceh Besar, maupun pihak yang berafiliasi kepada penggunaan anggaran untuk bisa bekerja keras, cepat dan tepat dalam penggunaan anggaran. “Setelah pengesahan, kita akan segera mengeksekusi DIPA tahun 2020, agar seluruh dana bisa terserap dengan baik”.




















