Dosen FKIP Unaya dan Mahasiswa KKN Sosialisasikan Sekolah Aman Tanpa Bullying di Peukan Bada

KABARDAILY.COM –  Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Abulyatama (Unaya) bersama mahasiswa KKN Kelompok 26 mengajak siswa SMP 1 Unggul Peukan Bada membangun budaya sekolah yang aman dan bebas perundungan. Pesan tersebut disampaikan melalui sosialisasi “Sekolah Aman Tanpa Bullying” yang diikuti siswa kelas VIII, Rabu (26/8/2026).

Dosen FKIP Unaya, Rahmi Maulidati, M.Pd., menegaskan bahwa bullying tidak boleh dianggap sekadar candaan. Ejekan, sindiran, tindakan merendahkan, hingga perundungan melalui media sosial dapat memberikan dampak psikologis yang berbeda bagi setiap korban.

Menurutnya, seseorang boleh bercanda dan merasa bahagia, tetapi kebahagiaan tidak seharusnya dibangun dengan merendahkan atau menjatuhkan orang lain.

Rahmi juga mengangkat pepatah Aceh “Jak belaku tapak, duek belaku punggong” sebagai pesan penting tentang menghormati batas dan hak orang lain. Nilai tersebut dinilai relevan untuk membangun karakter siswa agar mampu menghargai perbedaan dan tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan.

Ia menekankan bahwa menciptakan sekolah aman bukan hanya tanggung jawab siswa. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua juga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi terbuka serta merespons setiap indikasi intimidasi, diskriminasi, dan perundungan secara serius.

Sosialisasi turut diisi mahasiswa KKN Kelompok 26, Munawarah dan Siti Ulaiyya. Selain memberikan edukasi tentang pergaulan sehat, peserta diajak menyaksikan film pendek yang menggambarkan dampak bullying terhadap korban hingga keluarganya.

Melalui kegiatan tersebut, Dosen FKIP dan mahasiswa KKN Kelompok 26 Unaya mendorong pencegahan bullying menjadi gerakan bersama seluruh warga sekolah. Sekolah diharapkan bukan hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang yang aman bagi setiap siswa untuk tumbuh, berkembang, dan berprestasi tanpa rasa takut.