KABARDAILY.COM—Tim Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) Universitas Syiah Kuala (USK) sepakat mengubah nama menjadi Pusat Riset Pendidikan Matematika dan Sains Humanistik (PEMANTIK) Universitas Syiah Kuala. Kesepakatan perubahan nama telah melalui pembahasan dalam Raker pada tanggal 6 Agustus 2026 di ruang Teleconference FKIP USK dan kemudian dimatangkan melalui rapat tim pada 26 Agustus 2026 di ruang Microteaching FKIP USK.
Pusat riset PEMANTIK diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan riset yang mengintegrasikan pendidikan matematika, sains, serta pendekatan humanistik termasuk litarasi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Perubahan nama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat arah dan identitas pusat riset dalam merespons tuntutan Pusat Unggulan Ipteks (PUI) untuk menjadi pusat riset yang memiliki fokus spesifik, unik, dan multidisiplin.
Nama PEMANTIK merepresentasikan semangat pusat riset untuk mengembangkan kajian yang tidak hanya berorientasi pada penguatan keilmuan, tetapi juga memperhatikan dimensi manusia, sosial, budaya, dan konteks kehidupan nyata. Adapun Pendidikan Matematika realistik merupakan bagian dari Pusat Riset Pemantik
Dengan identitas baru tersebut, Pusat Riset PEMANTIK Universitas Syiah Kuala berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi multidisiplin, meningkatkan kualitas dan dampak penelitian, serta membangun ekosistem riset yang berkontribusi pada pengembangan pendidikan matematika dan sains di tingkat nasional maupun internasional.
Pusat riset ini menjalin kerja sama dengan berbagai departemen dan program studi di lingkungan FKIP Universitas Syiah Kuala, antara lain Departemen Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling, serta Program Studi S3 Kependidikan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pusat Riset PEMANTIK diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pada tingkat departemen, fakultas, dan universitas, sekaligus mendukung upaya mempertahankan akreditasi unggul. Selain itu, berbagai program dan kegiatan yang dikembangkan diharapkan turut memperkuat implementasi konsep Kampus Berdampak serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, yaitu Quality Education.




















