KABARDAILY.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh resmi berubah bentuk menjadi Institut Nahdlatul Ulama Aceh (ISNU) Aceh setelah menerima Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia tentang perubahan bentuk kelembagaan perguruan tinggi.
Penyerahan SK tersebut dilakukan di sela-sela kunjungan Menteri Agama Republik Indonesia ke Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Aceh, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Aceh.
Dengan diterimanya SK perubahan bentuk tersebut, ISNU Aceh memasuki babak baru dalam pengembangan kelembagaan dan akademik. Perubahan dari sekolah tinggi menjadi institut memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan rumpun keilmuan dan pembukaan program studi baru sesuai kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia pendidikan.
Penerimaan SK ini juga menjadi hasil dari proses penguatan kelembagaan STISNU Aceh, termasuk pemenuhan berbagai persyaratan akademik dan administratif, penguatan sumber daya manusia, tata kelola, sistem penjaminan mutu, serta pengembangan rencana strategis perguruan tinggi.
Pimpinan ISNU Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama Republik Indonesia dan jajaran Kementerian Agama RI, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap proses perubahan bentuk STISNU Aceh menjadi Institut Nahdlatul Ulama Aceh.
“Perubahan bentuk ini bukan sekadar perubahan status kelembagaan, tetapi merupakan amanah baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, dan memperkuat kontribusi Nahdlatul Ulama dalam pembangunan sumber daya manusia di Aceh,” ujar pimpinan ISNU Aceh.
Ke depan, ISNU Aceh akan terus melakukan penguatan kelembagaan melalui pengembangan program studi, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kerja sama, serta pengembangan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai perguruan tinggi yang membawa nama Nahdlatul Ulama, ISNU Aceh juga berkomitmen mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dalam pengembangan pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa.
Momentum penyerahan SK di sela-sela kunjungan Menteri Agama ke Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah menjadi simbol penting sinergi antara pendidikan tinggi, dayah, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun masa depan pendidikan Islam di Aceh.
Dengan transformasi tersebut, ISNU Aceh diharapkan mampu menjadi salah satu perguruan tinggi Islam yang berkontribusi dalam mencetak generasi Aceh yang unggul, berilmu, berakhlak, profesional, dan memiliki daya saing nasional maupun global.




















