Limbah Jadi Berkah! Dosen Pendidikan Kimia Latih PKK Lambaro Skep Belajar Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco-Enzyme

KABARDAILY.COM,Banda Aceh – Limbah kulit buah yang selama ini sering berakhir di tempat sampah ternyata dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat. Melalui semangat pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala, melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco-enzyme bagi Tim Penggerak PKK Gampong Lambaro Skep di Restoran Kuala Village, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Berbasis Produk dan Teknologi Tepat Guna Universitas Syiah Kuala (PKMBP-TTG USK), yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala dengan mengusung tema “Penerapan Teknologi Tepat Guna Berbasis Eco-Enzyme untuk Perbaikan Kualitas Air Tambak dan Produksi Sabun Cair di Restoran Kuala Village”.

FB IMG 1785512416678

Pelatihan ini diikuti oleh Ketua, Sekretaris, dan anggota Tim Penggerak PKK Gampong Lambaro Skep, pemilik beserta pegawai Restoran Kuala Village, tim pengabdi, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Departemen Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pnedidikan, Universitas Syiah Kuala (FKIP USK).

Tim pengabdian diketuai oleh Ratu Fazlia Inda Rahmayani, S. Pd., M.Sc., dengan anggota Dra. Erlidawati, M.Si. merupakan dosen dari Departemen Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala, serta Said Ali Akbar, S. Pd., M. Si. dari Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Ratu Fazlia Inda Rahmayani, S.Pd., M. Sc., menegaskan bahwa pemanfaatan limbah kulit buah menjadi eco-enzyme merupakan salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi timbunan sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan. Selain itu, eco-enzyme juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam mendukung perbaikan kualitas air tambak serta sebagai bahan dasar berbagai produk ramah lingkungan, salah satunya yaitu sabun cair.

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan bahkan memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi lingkungan secara berkelanjutan” ujar Ketua Tim Pengabdian.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Dra. Sulastri, M. Si., merupakan dosen Departemen Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa eco-enzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dengan gula dan air yang menghasilkan cairan serbaguna serta ramh lingkungan.

“Pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah. Limbah kulit buah yang biasanya dibuang sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat bagi rumah tangga maupun lingkungan,” jelas Dr. Dra. Sulastri, M.Si.

Setelah sesi penyampaian materi, seluruh peserta mengikuti praktik langsung dalam pembuatan eco-enzyme menggunakan limbah kulit buah. Dengan pendampingan tim pengabdi dan mahasiswa KKN, peserta mempelajari setiap tahapan mulai dari pemilihan bahan organik, penimbangan, pencampuran sesuai komposisi, hingga teknik penyimpanan selama proses fermentasi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan, faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan fermentasi, cara penyimpanan yang tepat, hingga peluang pengembangan produk turunan eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang usaha rumah tangga.

Menurut Sekretaris PKK Gampong Lambaro Skep, Dra. Salmiah Jamil, M.Pd., “Kami sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini. Saya bersama ibu-ibu PKK Gampong Lambaro Skep sangat menantikan kegiatan selanjutnya, khususnya pelatihan pembuatan berbagai produk turunan dari eco-enzyme. Materi yang diberikan mudah dipahami dan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak sabar untuk mengikuti kegiatan lanjutan dari program ini,” ujarnya.

Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Universitas Syiah Kuala. Melalui kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Diharapkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah gampong, kelompok PKK, pelaku usaha, dan mahasiswa dapat melahirkan inovasi sederhana yang mampu mengurangi limbah organik, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.