KABARDAILY.COM, JAKARTA – Komitmen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dalam meningkatkan mutu publikasi ilmiah terus diperkuat melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya ditunjukkan oleh dosen ISBI Aceh, Muhammad Fadli Muslimin, yang mengikuti Uji Kompetensi Tata Kelola Jurnal Ilmiah yang diselenggarakan oleh LSP Pustaka Elektronik di Grand Whiz Poins, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Uji kompetensi tersebut merupakan bagian dari program sertifikasi nasional bagi pengelola jurnal ilmiah yang bertujuan memastikan kompetensi pengelola jurnal sesuai standar nasional. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola jurnal elektronik di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat daya saing publikasi ilmiah Indonesia di tingkat internasional.
Sebelum mengikuti proses asesmen, seluruh peserta menjalani pelatihan mandiri dan bimbingan teknis yang membahas berbagai aspek pengelolaan jurnal ilmiah. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan jurnal elektronik berbasis Open Journal Systems (OJS), penerapan teknologi informasi dalam proses editorial, pengelolaan metadata artikel, etika publikasi ilmiah, hingga pemanfaatan berbagai perangkat lunak pendukung untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan penerbitan jurnal.
Dalam uji kompetensi tersebut, peserta dinilai tidak hanya dari penguasaan teori, tetapi juga kemampuan praktik dalam mengelola seluruh tahapan penerbitan jurnal ilmiah. Kompetensi tersebut menjadi indikator penting untuk memastikan pengelola jurnal mampu menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, dan memenuhi standar akreditasi nasional maupun indeksasi internasasional.
Muhammad Fadli Muslimin mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam program sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas profesional sebagai pengelola jurnal ilmiah sekaligus bentuk tanggung jawab akademik dalam mendukung peningkatan kualitas publikasi di perguruan tinggi.
“Sertifikasi ini memberikan banyak wawasan baru mengenai tata kelola jurnal yang sesuai dengan standar nasional maupun praktik terbaik di tingkat internasional. Saya berharap kompetensi yang diperoleh tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pengelolaan jurnal ilmiah di ISBI Aceh,” ujarnya.
Fadli menegaskan bahwa seluruh ilmu, pengalaman, dan praktik baik yang diperoleh selama proses pelatihan hingga sertifikasi akan didedikasikan untuk memperkuat ekosistem publikasi ilmiah di ISBI Aceh. Menurutnya, pengelolaan jurnal yang profesional menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas penelitian dosen serta memperluas diseminasi karya ilmiah institusi.
“Saya berkomitmen mengimplementasikan seluruh pengetahuan yang diperoleh dalam proses sertifikasi ini untuk pengembangan jurnal ilmiah di ISBI Aceh. Harapannya, jurnal-jurnal yang dikelola di lingkungan kampus dapat semakin profesional, memenuhi standar akreditasi nasional, dan memiliki daya saing hingga tingkat internasional,” tutup Fadli.




















