KABARDAILY.COM – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh mencatat capaian membanggakan pada Yudisium Semester Ganjil dan Genap Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Jantho, Selasa (14/7/2026).
Sebanyak 55 persen lulusan berhasil menyelesaikan studi dalam waktu tiga tahun sepuluh bulan, sebuah capaian yang menunjukkan semakin baiknya kualitas pembelajaran dan sistem pendampingan akademik di lingkungan kampus seni tersebut.
Persentase kelulusan tepat waktu itu menjadi indikator penting keberhasilan ISBI Aceh dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Keberhasilan tersebut lahir dari sinergi antara pimpinan jurusan, koordinator program studi, dosen pembimbing, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang secara konsisten mendampingi setiap tahapan penyelesaian tugas akhir, mulai dari penentuan tema, penyusunan proposal, proses penciptaan karya atau pengkajian, hingga ujian akhir.
Ketua Jurusan Seni Pertunjukan ISBI Aceh, Dr. Angga Eka Karina, M.Sn., mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan sistem pembimbingan akademik yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa didorong untuk disiplin dalam menyusun target penyelesaian studi tanpa mengurangi kualitas karya yang dihasilkan.
“Kelulusan tepat waktu bukan sekadar mengejar angka, tetapi mencerminkan efektivitas proses pembelajaran dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan studinya. Yang paling penting, kualitas karya akademik dan penciptaan seni tetap menjadi prioritas,” ujar Angga.
Senada dengan itu, Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Aceh, Ichsan, M.Sn., menilai keberhasilan tersebut menunjukkan semakin kuatnya budaya akademik di lingkungan jurusan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing menjadi faktor utama yang mendorong penyelesaian studi sesuai target.
“Kami terus membangun budaya akademik yang produktif melalui pendampingan intensif dan evaluasi berkala. Hasilnya terlihat dari semakin banyak mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan tetap menghasilkan karya seni dan desain yang berkualitas,” kata Ichsan.
Keberhasilan tersebut juga menjadi kontribusi nyata ISBI Aceh dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, yakni peningkatan kualitas lulusan. Lulusan diharapkan memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengembangkan profesi sebagai seniman dan desainer, maupun membangun usaha di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya.
Selain menjadi tolak ukur mutu lulusan, tingginya persentase kelulusan tepat waktu turut memperkuat kualitas program studi. Dalam berbagai proses evaluasi dan akreditasi, masa studi mahasiswa menjadi salah satu indikator yang menggambarkan efektivitas layanan akademik, kualitas pembimbingan, serta tata kelola pendidikan yang dijalankan perguruan tinggi.




















