Dinas Koperasi dan UKM Aceh Gelar Pendampingan Wirausaha Kuliner di Banda Aceh

Banda Aceh, 5 Mei 2026 — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUMKM) Aceh melaksanakan kegiatan pendampingan bagi wirausaha kuliner yang berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu, 5-6 Mei 2026, bertempat di Hotel Rasamala, Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta yang merupakan pelaku usaha kuliner dari Kota Banda Aceh. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kualitas produk, serta daya saing pelaku UMKM kuliner dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh yang diwakili oleh Kepala UPTD PLUT KUMKM, Ibu Rosti Maidar, S.E., M.Si., beserta jajaran dinas. Hadir pula anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Komisi II, Ibu Tati Meutia Asmara, S.KH., M.Si.

Dalam sambutannya, Ibu Tati Meutia Asmara menyampaikan pentingnya peran UMKM, khususnya sektor kuliner, sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa pelaku usaha perlu terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional.

“Pendampingan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, baik dari segi manajemen usaha, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, Ibu Rosti Maidar menyampaikan bahwa Dinas Koperasi dan UKM Aceh berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada para peserta, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang lebih optimal dan berdaya saing,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan materi terkait pengembangan usaha kuliner, peningkatan kualitas produk, serta strategi pemasaran yang efektif, termasuk pemanfaatan platform digital.

Dinas Koperasi dan UKM Aceh berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM di Aceh, serta mendorong terciptanya wirausaha kuliner yang tangguh dan berkelanjutan.