Warung Kopi, Penunjang Kelancaran Aktivitas Masyarakat Aceh di Tengah Bencana yang Melanda

KABARDAILY.COM – Suasana berbeda terlihat ketika hampir seluruh provinsi Aceh mengalami kesulitan listrik dan jaringan internet imbas dari bencana banjir besar yang terjadi. Tidak hanya di daerah terdampak bencana, bahkan masyarakat di kota-kota hingga ibukota provinsi sekalipun ikut merasakan hidup berhari hari tanpa listrik; tidur bermalam malam dalam suasana gelap gulita.

Pemadaman listrik ekstrim yang memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari ini merubah pola hidup masyarakat secara masif. Ketika listrik tidak ada, berbagai masalah muncul di tengah-tengah masyarakat. Permasalahan-permasalahan itu mulai dari kocar kacirnya masyarakat dalam menyiapkan air untuk kebutuhan hari-harinya seperti untuk mandi, mencuci dan untuk hal-hal lainnya. Kesulitan lain yang ditimbulkan ketika tidak ada listrik adalah alat komunikasi maupun perangkat kerja lainnya yang tidak bisa di isi daya ketika daya tahan baterainya habis. Terakhir di sebagian besar daerah, tidak adanya listrik menyebabkan gangguan terhadap konektivitas internet yang berpengaruh secara luas terhadap pola arus komunikasi masyarakat. Beberapa hal ini hanyalah sebagian kecil dari dampak yang ditimbulkan akibat tidak adanya tenaga listrik di beberapa tempat tertentu.

Di tengah krisis listrik yang melanda ditambah dengan gangguan jaringan internet yang di timbulkan, warung kopi muncul menjadi sebuah tempat bagi masyarakat dalam menyelesaikan masalah masalah yang timbul akibat padamnya listrik. Pelaku usaha warung kopi dengan sigapnya menyediakan generator setrum (genset) dan pastinya wifi sebagai solusi alternatif dari penyelesaian masalah ketiadaan listrik dan gangguan sinyal internet. Seketika masyarakat pun berbondong-bondong menuju warung kopi-warung kopi yang ada di berbagai sudut dan pelataran kota.

Dari dulu Aceh dikenal dengan sebuah daerah penghasil kopi terbaik di dunia yaitu kopi Gayo. Kopi pun menjadi salah satu komoditas utama dari Aceh yang berhasil menembus pasar nasional hingga internasional. Menyadari potensi kopi yang melimpah membuat banyak warga Aceh yang mencoba peruntungan dengan menjadi pedagang kopi dan membuka usaha warung kopi. Tak tanggung-tanggung, jika anda berkunjung ke Aceh maka anda akan melihat pemandangan di sepanjang jalan dengan warung kopi yang tak terhitung jumlahnya.

Warung kopi menjadi tempat orang-orang bersantai melepas lelahnya hari-hari yang penuh dengan rutinitas. Warung kopi menjadi tempat berbagai elemen masyarakat saling bertemu dan bercengkrama. Hari-hari masyarakat Aceh tidak pernah lepas dari warung kopi, dari dulu hingga kini warung kopi masih menjadi tempat di mana hubungan sosial dan kegiatan ekonomi bergerak dan tumbuh secara bersamaan. Bahkan di tengah krisis listrik dan jaringan internet yang melanda Aceh sekalipun, warung kopi tidak pernah kehilangan pamornya sebagai tempat sentral bagi masyarakat melangsungkan aktivitasnya.

Hingga sekarang warung kopi masih terus eksis di tengah tengah masyarakat, tidak pernah hilang ditelan kemajuan zaman. Untuk mengimbangi perubahan zaman, para pelaku usaha kedai kopi dengan berbagai ide kreatifnya menyulap warung kopi dengan tampilan yang lebih modern hingga selalu diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari yang usia muda hingga orang-orang tua.