Musim Kemarau Landa Kecamatan Makmur, Petani Terancam Gagal Panen

BIREUEN,KABARDAILY.COM –   Musim kemarau panjang yang melanda Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen, mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sejumlah lahan persawahan warga mengering akibat minimnya pasokan air, sehingga petani mulai mengkhawatirkan potensi gagal panen pada musim tanam tahun ini.

Sejak akhir Mei 2025, wilayah ini nyaris tidak diguyur hujan. Kondisi ini diperparah dengan saluran irigasi yang tak lagi mengalir lancar.

“Air di saluran irigasi hampir tidak ada. Sawah kami sudah retak-retak. Padi yang baru tanam tumbuh kerdil dan sebagian mati kekeringan,” kata Safwan (36), petani di Gampong Leubu Me, Minggu (13/7/2025).

Hal serupa juga dialami petani di Gampong Leubu Cot, Paya Dua, serta sebagian areal Cot Puuk dan Cot Tufah, Kecamatan Gandapura. Meskipun telah berupaya menyiram secara manual dan menggunakan pompa air, kekeringan masih sulit diatasi.

Mukhlis, salah seorang pemilik sawah, mengungkapkan bahwa petani sangat membutuhkan bantuan nyata dari pemerintah.

“Solusinya, mungkin irigasi pompanisasi. Atau bentuk bantuan lainnya. Kalau tidak, petani di sini terancam gagal panen total,” ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan adanya potensi El Nino lemah hingga sedang di wilayah Sumatra, termasuk Aceh. Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen melalui Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Makmur, Razali, mengatakan bahwa pihaknya telah menginventarisasi wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan darurat.

“Untuk tahap awal kami sudah menyalurkan bantuan mesin pompa air beberapa waktu lalu. Tapi memang persoalannya bukan hanya soal alat. Ini kemarau panjang,” jelas Razali.

Diperkirakan sekitar 100 hektare lahan sawah terdampak, meliputi sejumlah gampong dalam Kemukiman Suka Makmur. Petani berharap ada langkah cepat dan strategis dari pemerintah guna menyelamatkan musim tanam tahun ini, karena sektor pertanian masih menjadi sumber utama penghidupan mayoritas warga Kecamatan Makmur. (MA)