Denpasar,KABARDAILY.COM – Dalam suasana penuh kehangatan, Dr. I Wayan Ruspendi, mewakili Rektor Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali, menyambut langsung kedatangan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa, 3 Juni 2025. Penyambutan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan kuliah umum yang akan digelar di Undhira pada 4 Juni mendatang.
Kedatangan ISBI Aceh ke Bali membawa misi intelektual dan kebudayaan, dengan menghadirkan kuliah umum bertema Estetika dan Penanaman Nilai Karakter serta Integritas dalam Bentuk Rupa. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama akademik antara ISBI Aceh dan Undhira Bali yang telah terjalin sejak hampir dua tahun terakhir.
Dalam sambutannya di bandara, Dr. Ruspendi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kedatangan delegasi ISBI Aceh. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran Ichsan, M.Sn., yang juga merupakan Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Aceh, bukanlah pertemuan biasa. “Ichsan bukan orang baru bagi kami. Sejak beliau masih menjadi dosen di ITB Stikom Bali, kami sudah menjalin kolaborasi dalam berbagai penelitian,” ungkap Ruspendi.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa pertemuan ini membawa nuansa kerinduan intelektual dan kehangatan persahabatan yang telah lama terjalin. “Ini bukan hanya soal akademik, tapi juga silaturahmi antar insan seni dan budaya. Ada ruh kolaborasi yang menyatukan kami dalam semangat pendidikan dan pengembangan karakter bangsa,” tambahnya.
Penyambutan ini juga menjadi simbol komitmen Undhira terhadap penguatan jaringan akademik antar institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam ranah seni dan budaya. Dr. Ruspendi menyebut bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pertukaran kuliah umum, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan program studi seni di Undhira.
“Kami menyambut baik kuliah umum dari ISBI Aceh sebagai bagian dari langkah besar yang pernah kita janjikan bersama dalam MoU terdahulu. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi batu pijakan untuk kolaborasi yang lebih luas dan berdampak langsung pada mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Dr. Ruspendi juga menyampaikan harapan agar Undhira Bali dapat melakukan kunjungan balasan ke ISBI Aceh dalam waktu dekat. Menurutnya, ISBI Aceh sebagai satu-satunya kampus seni dan budaya di Sumatera memiliki potensi besar sebagai pusat pertukaran gagasan dan praktik kebudayaan antar daerah.
“Saya membayangkan suatu saat, dosen-dosen Undhira dapat memberi kuliah di ISBI Aceh, memperkenalkan nilai-nilai lokal Bali di tanah Rencong, dan sebaliknya. Ini akan memperkaya khasanah budaya nasional dan memperkuat toleransi antardaerah,” jelasnya.
Rencana kunjungan ini juga akan diisi dengan kegiatan seni, diskusi budaya, serta inisiasi program bersama yang diharapkan mampu menghasilkan model kolaborasi yang inspiratif. Dr. Ruspendi menegaskan bahwa pendidikan seni harus dibangun di atas pondasi karakter dan integritas, yang menjadi benang merah dari kuliah umum yang akan digelar keesokan harinya.
Dengan suasana penuh persahabatan dan semangat kolaboratif, penyambutan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarkampus tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dimulai dari sapaan hangat di bandara.




















