Mahasiswa STISNU Aceh dilatih bahasa Inggris oleh UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala

JANTHO,KABARDAILY.COM –  Kemampuan bahasa Inggris merupakan kompetensi mutlak yang wajib dimiliki oleh lulusan Universitas.

Dengan kompetensi bahasa Inggris tersebut lulusan diharapkan dapat memanfaatkan lebih banyak kesempatan baik dunia bekerja maupun untuk melanjutkan pendidikan.

Hal itu disampaikan oleh wakil ketua bidang akademik, Dr Fahrul Ridha, sekolah tinggi ilmu Syariah Nahdlatul Ulama Aceh dalam pembukaan pelatihan bahasa Inggris kepada mahasiswa STIS Nahdlatul Ulama Aceh di kampus mahyal ulum Al-Aziziyah, Aceh Besar.

Kegiatan pembukaan yang juga dihadiri oleh Kepala UPTD bahasa Universitas Syiah Kuala doktor kismono dilaksanakan dalam rangka mengawali rangkaian pelatihan dengan memberikan arahan belajar dan motivasi pada para mahasiswa.

Menurut penjelasan doktor fachru Rida mahasiswa yang diikutkan dalam pelatihan ini merupakan mahasiswa angkatan 2024 yang masih berada dalam semester 2.

Hal ini bertujuan agar mereka memulai belajar bahasa Inggris jauh-jauh hari sebelum tamat atau lulus dari kampus stis Nahdlatul Ulama.

Kegiatan pelatihan ini akan langsung dipandu oleh dua tutor dari Universitas Syiah Kuala yaitu Muhammad Rahmat s.pd dan arisna Mukti s.pd.

Kedua tutor ini bekerjasama dengan dosen bahasa Inggris yang ada di stis Nahdlatul Ulama yaitu ibu lina rahmalia mpd.

Dokter kismillah yang ikut memberikan sambutan dan arahan dalam acara pembukaan tersebut menyampaikan pentingnya disiplin dan manajemen belajar untuk menguasai bahasa Inggris. Selain itu dia juga mengingatkan agar semua mahasiswa yang ikut pelatihan ini agar memiliki sikap positif terhadap bahasa Inggris. Karena apapun cerita bahasa Inggris merupakan bahasa yang akan memberikan banyak kesempatan untuk karir mahasiswa pada saat lulus dari Universitas nanti.

“Belajar bahasa Inggris perlu investasi waktu. Sesibuk apapun waktu untuk belajar bahasa Inggris harus direncanakan minimal 2 jam dalam seminggu tapi dilaksanakan secara rutin dan dengan penuh komitmen. Walaupun 2 jam terkesan tidak banyak namun kalau dilaksanakan secara rutin dan konsisten insya Allah akan nampak peningkatan bahasa Inggris mahasiswa setelah periode 1 tahun misalnya,” ungkap dokter kismona.

Kepala UPT bahasa Universitas Syiah Kuala tersebut menutup dengan mengutip sebuah pepatah bahasa Inggris “was people learn when they can. Fools learn when they must.” Orang bijak itu belajar saat mereka masih bisa, bukan saat mereka terpaksa.

Dengan menguasai bahasa Inggris’ harapannya para mahasiswa stisnu yang akan lulus dalam masa 3 tahun ke depan ini mendapatkan kesempatan meraih beasiswa dan melanjutkan pendidikan di universitas-universitas ternama baik di Indonesia maupun di luar negeri.