JANTHO,KABARDAILY.COM – Dalam rangka menyusun program kerja tahun 2025, Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar rapat kerja (Raker) di Pantai Babah Kuala, Lhoknga, Aceh Besar, pada Minggu (09/02/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala PRP-PMRI USK, Prof. Dr. Rahmah Johar, M.Pd, dihadapan delapan dosen dari beberapa Fakultas di USK, staf, serta 20 mahasiswa yang terlibat dalam penelitian bersama PRP-PMRI.
Dalam sambutannya, Prof. Rahmah menyampaikan bahwa tujuan rapat kerja ini adalah untuk mengevaluasi kinerja tahun 2024, memaparkan capaian kinerja PRP-PMRI tahun 2021-2024 terkait academic excellence dan komersialisasi, serta menyusun program kerja tahun 2025.
“Tahun ini kita akan mengusulkan penelitian dengan tema deep learning, pemodelan matematika, coding dalam pembelajaran matematika, serta pemanfaatan AI dalam pembelajaran matematika,” ungkap Prof. Rahmah.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa PRP-PMRI akan mengusulkan berbagai penelitian melalui hibah BRIN, mengadakan lomba mahasiswa tingkat internasional, serta melaksanakan program pengabdian internasional.
Selain itu, PRP-PMRI juga akan bekerja sama dengan Indonesian Mathematics Educator Society (I-MES) Wilayah Aceh untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika di Provinsi Aceh.
Prof. Rahmah menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dengan menambah anggota dari bidang informatika ke dalam tim riset. Hal ini juga didukung oleh saran Dr. Elizar, yang menegaskan pentingnya memiliki rekam jejak penelitian terkait coding untuk memudahkan akses pendanaan hibah.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Mailizar, M.Ed, menekankan perlunya evaluasi terhadap output penelitian yang telah dijanjikan agar memenuhi syarat untuk mendapatkan hibah di tahun berikutnya. Sementara itu, Irwandi, Ph.D, mendorong tim PRP-PMRI untuk segera menyelesaikan artikel ilmiah yang belum tuntas agar dapat diterbitkan di jurnal bereputasi.
Tuti Zubaidah, M.Pd, mengingatkan tim agar mengajukan proposal pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kerja sama dengan instansi luar negeri. Hal ini, menurutnya, dapat mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas dan akreditasi program studi.
Kegiatan rapat kerja ditutup dengan sesi permainan yang diikuti para mahasiswa sebagai bentuk rekreasi setelah melaksanakan penelitian bersama para dosen PRP-PMRI.
Dengan berbagai usulan penelitian yang telah dirancang, PRP-PMRI USK berharap dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam pengembangan pendidikan matematika berbasis teknologi di tahun 2025.




















