KOTA JANTHO,KABARDAILY.COM – Afifuddin, S.Sn., M.S dilantik sebagai Koordinator Prodi Seni Teater ISBI Aceh oleh Rektor ISBI Aceh, Prof Dr Wildan MPd pada Jumat, 3 Januari 2025 di Aula ISBI Aceh.
Afifuddin dilantik bersama 33 pejabat ISBI Aceh lainnya dalam rangka reformasi birokrasi kampus itu.
Seni teater adalah kesenian pertunjukan drama yang menampilkan perilaku manusia melalui gerak, tari, nyanyian, dialog, dan akting.
Seni teater merupakan perpaduan antara seni sastra dan seni pentas.
Seni teater memiliki beberapa fungsi, di antaranya: Sarana upacara, Media ekspresi, Hiburan, Media pendidikan.
Unsur-unsur internal dalam seni teater, yaitu:
Naskah atau skenario, Pemain atau pemeran, Sutradara, Properti, Penataan, Tata rias, tata busana, tata lampu, dan tata suara.
Beberapa contoh teater tradisional Indonesia, di antaranya: Lenong Betawi, perpaduan antara kesenian Gambang Kromong dengan lawakan para pemain.
Mendu, berasal dari Kalimantan Barat, dengan cerita dongeng, legenda, hikayat, atau cerita lama.
Ludruk, mengangkat cerita kehidupan sehari-hari.
Randai, berasal dari Sumatera Barat, memadukan bela diri silat, drama, tari, musik, dan sastra.
Mamanda, berasal dari Kalimantan Selatan, memadukan seni tari, musik, nyanyi, dan peran.
Makyong, berasal dari Kepulauan Riau, menampilkan tarian, nyanyian, dan lawakan.
Dulmuluk, berasal dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, dipengaruhi oleh syair Abdul Muluk.
Prof. Dr. Wildan MPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan salah satu langkah strategis ISBI Aceh untuk terus mendorong profesionalitas dan inovasi dalam pengelolaan institusi.
“Reformasi birokrasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas kerja di lingkungan ISBI Aceh,” ujar Wildan.
Para pejabat yang dilantik ini merupakan individu yang telah melalui seleksi ketat dan dinilai memiliki kompetensi untuk mendukung kemajuan ISBI Aceh.
Wakil Rektor I, Dr. Ratri Candrasari, juga berharap agar pejabat yang baru dilantik dapat membawa semangat baru untuk memajukan institusi. “Kami yakin bahwa dedikasi dan profesionalitas para pejabat baru ini akan menjadi motor penggerak bagi tercapainya visi ISBI Aceh,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor II, Dr. Ir. Marwan, menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang baik untuk mendukung seluruh program kerja yang telah dirancang. “Tugas kita adalah memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai dengan perencanaan yang matang,” ungkap Marwan.
Acara pelantikan ini juga menjadi momentum refleksi bagi ISBI Aceh untuk terus berinovasi di bidang seni dan budaya. Beberapa pejabat yang baru dilantik menyampaikan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi institusi,” ungkap Achmad Zaki MA, Humas ISBI Aceh baru.
Acara ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar reformasi birokrasi ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas dan reputasi ISBI Aceh. Para pejabat baru diharapkan dapat segera menjalankan tugas dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi.
Dengan pelantikan ini, ISBI Aceh menunjukkan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem birokrasi guna mendukung pengembangan seni dan budaya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.[*]




















