fbpx

USK Terus Kembangkan Kecerdasan Buatan

Banda Aceh,kabardaily.com –  Universitas Syiah Kuala (USK) terus menyelaraskan diri dengan zaman. Salah satu yang sedang serius digembleng adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. USK baru saja melaksanakan seminar bertajuk AI di Aula FMIPA kampus setempat, Kamis, 27 Juli 2023.

Wakil Dekan I FMIPA, Dr. Nasrullah Zaini, S.Si, M.Si, M.Sc dalam sambutannya mengabarkan berita gembira. Bahwa dalam waktu dekat, USK akan kedatangan asesor untuk visitasi program studi (prodi) kecerdasan buatan.

“Prodi Magister Kecerdasan Buatan di FMIPA USK sudah berjalan dua tahun. Dalam dua hari kedepan, akan divisitasi oleh aksesor. Mohon doa dan dukungan semuanya, agar kita mendapatkan hasil terbaik,” ucap Nasrullah.

Ikhtiar yang dilakukan USK untuk mengembangkan AI dengan menyediakan prodi spesifik, sejalan dengan telah adanya guru besar di bidang tersebut, sekaligus profesor pertama USK yang pakar di bidang kecerdasan buatan, yaitu Prof. Dr. Hammam Riza, M.Sc, IPU.

Pada kesempatan tersebut, Prof Hamam juga menjadi narasumber utama dalam seminar bertema, Artificial Intelligence & Large Language Model: Tantangan dan Peluang bagi Pendidikan Tinggi.

“Meskipun kehadiran Kecerdasan Buatan membuka ruang kreatif dan kemudahan, tetapi kita selaku manusia tidak bisa lepas dari guru maupun dosen, yang berperan sebagai pembimbing. Karena ada hal-hal yang tidak bisa dilepaskan dari norma dan nilai-nilai yang telah ada,” beber Dekan I FMIPA USK.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan, Kecerdasan Buatan merupakan topik paling hangat dibincangkan di dunia belakangan ini. Perkembangan teknologi dengan AI, mengalami akselerasi yang luar biasa cepat.

“Paling terasa lima tahun terakhir. Terutama semasa pandemi. Dengan adanya AI, banyak membantu dan menunjang aktifitas kita. Paling kentara adalah kehadiran ruang baru, daring atau online. Dulunya terasa asing, tapi makin kemari sangat bermanfaat dalam belajar ataupun bekerja,” sebut Rektor.

Prof Marwan menambahkan, kehadiran ChatGPT merupakan karya Kecerdasan Buatan yang amat menghentak. Dalam konteks kampus, ia mencontohkan, banyak membantu mahasiswa dalam mencari bahan belajar. Chat GPT memiliki kemampuan dalam memberikan jawaban informatif, dan penjelasan mendalam tentang berbagai topik.

“Namun demikian, Chat GPT bukanlah sebagai pengganti dosen, tapi saranan untuk memperkaya pengalaman belajar. Pelajar harus tetap aktif berinteraksi dengan guru, teman, lingkungan akademik lainnya,” pesan Prof Marwan.

Seminar tersebut, selain diisi oleh Prof Hamam yang juga Presiden KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial) dan Peneliti Utama AI di BRIN, materi lainnya juga disampaikan oleh Meyda Nento dari Associate Project Officer for Social and Human Science at UNESCO, Jakarta.

Adapun ratusan mahasiswa tidak hanya berasal dari USK, namun juga datang dari UIN Ar-Raniry, Universitas Serambi Mekkah, UBBG, UUI, dan banyak lagi.[*]