KABARDAILY.COM,JANTHO – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mandiri secara finansial. Melalui Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, ISBI Aceh sukses menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan bertajuk penguatan kapasitas ekonomi kreatif di Auditorium ISBI Aceh, Senin (28/9/2026).
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, mulai 28 s.d 29 September 2026. Gelaran ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa angkatan 2025 dan 2026 penerima program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) serta Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) wilayah Papua.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Aceh, Maisarah, S.Pd.I., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa workshop ini merupakan agenda tahunan strategis yang dirancang khusus untuk memperkaya portofolio keterampilan para mahasiswa penerima beasiswa. Kehadiran program ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga dalam melengkapi capaian akademik mahasiswa dengan daya saing di dunia nyata.
Maisarah menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para peserta yang hadir memenuhi auditorium. Ia mengingatkan para mahasiswa untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan emas yang diberikan kampus, di mana mereka tidak hanya mendapatkan dukungan pendidikan formal, tetapi juga dibekali ilmu wirausaha terapan yang sangat berguna bagi masa depan mereka.
Guna memberikan pemahaman praktis yang langsung dapat diterapkan, workshop kali ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang kuliner dan wirausaha kreatif. Kedua narasumber tersebut mengupas tuntas teknik pembuatan dimsum ayam premium dan brownies cokelat lezat—dua produk kuliner populer yang memiliki nilai jual tinggi serta pangsa pasar yang sangat menjanjikan bagi wirausahawan pemula.
Selama sesi pelatihan, para peserta dibimbing secara intuitif mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan yang efisien, hingga strategi pengemasan dan pemasaran produk. Langkah praktis ini dirancang agar para mahasiswa dapat langsung memulai usaha berskala rumah tangga atau UMKM kampus dengan modal yang terjangkau namun memiliki daya saing tinggi.
Selain dorongan berwirausaha, Maisarah juga menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan bisnis dan tanggung jawab akademis. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang kewirausahaan tanpa mengabaikan performa akademis demi mempertahankan hak beasiswa mereka dan menyelesaikan studi tepat waktu.
Mengakhiri arahannya, Maisarah mengimbau seluruh mahasiswa penerima KIP-K dan Beasiswa ADik untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara konsisten dari awal hingga akhir, serta aktif terlibat dalam program keberlanjutan berikutnya. Melalui pembekalan terpadu ini, ISBI Aceh berharap akan lahir para insan wirausaha muda yang mandiri, kreatif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.


















