KABARDAILY.COM,JANTHO – Bidang perempuan dan keluarga (Bipeka) Kabupaten Aceh Besar secara resmi meluncurkan buku hasil karya orisinal para kadernya, Minggu 13 September 2026 di Lambaro, Ingin Jaya Aceh Besar.
Ketua DPD PKS Aceh Besar, Mursalin SHI memberikan apresiasi kepada Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) PKS Aceh Besar melaksanakan peluncuran buku dan kegiatan motivasi literasi.

Mursalin berharap ini menjadi inspirasi bagi yang kader yang lain dan bisa diperluas diperbanyak aktifitasnya.
“Selain itu ia juga berharap ada kolaborasi kegiatan perempuan dan laki-laki karena dengan kolaborasi akan membuka akses yang lebih luas lagi, “pungkasnya.

Ketua Bipeka Aceh Besar Eka Rizkina yang juga anggota DPRK Aceh Besar Komisi 1 dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas dedikasi para kader perempuan yang telah berhasil merampungkan karya tulis ini.
Peluncuran ini dirangkai langsung dengan diskusi literasi interaktif guna memicu semangat menulis dan membaca bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para penggerak literasi, tokoh masyarakat, serta puluhan kader Bipeka dari berbagai kecamatan.
Kehadiran buku ini menjadi bukti nyata komitmen Bipeka dalam melahirkan perempuan yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga kreatif dan produktif secara intelektual.
“Peluncuran buku ini merupakan tonggak sejarah bagi Bipeka. Kami ingin membuktikan bahwa kader-kader di daerah mampu melahirkan gagasan besar yang dibukukan secara profesional. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung ekosistem literasi yang berkelanjutan di Aceh Besar,” ujarnya.
Setelah prosesi peluncuran buku secara simbolis, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi literasi dengan menghadirkan dua narasumber.
Diskusi ini menghadirkan penulis buku serta praktisi literasi sebagai narasumber untuk berbagi tips kreatif dalam menulis menulis.
Narasumber pertama Rusydi SAg MPd selaku pegiat literasi memaparkan mengenai perspektif adat, nilai-nilai luhur budaya Aceh (adat keuneubah) dalam memandang peran perempuan, serta bagaimana menjaga tradisi tersebut tetap relevan di zaman modern dalam relevansi nilai adat Aceh dalam menghadapi tantangan keluarga diera digital.
Narasumber kedua, Dra. Delia Rawanita, M.Pd yang merupakan penulis buku memaparkan trik-trik menulis buku dimulai dengan menulis antologi.
Menurutnya menulis antologi lebih mudah, bisa bareng-bareng sama teman dengan ide dan judul yang berbeda.
Dalam sesi tersebut, para peserta sangat antusias berdialog mengenai tantangan literasi di era digital.
Diskusi menyimpulkan pentingnya kolaborasi antara komunitas, pihak sekolah, dan pemerintah daerah—seperti gerakan yang didorong melalui Situs Resmi Pemkab Aceh Besar—untuk mentransformasikan budaya baca menjadi sebuah gerakan bersama yang menyenangkan.
Melalui momentum ini, Bipeka Aceh Besar berharap karya yang diluncurkan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya di Aceh Besar agar terus berkarya dan memperkaya khazanah literasi di daerah Serambi Mekkah.[*]




















