KABARDAILY.COM – Perpustakaan Gampong Meubaca Lueng Daneun, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, kembali beroperasi pada Jumat (4/9/2026) setelah sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi yang merusak fasilitas dan sebagian besar koleksi buku pada akhir 2025.
Pengaktifan kembali perpustakaan tersebut ditandai dengan kegiatan membaca dan belajar yang diikuti 30 anak. Mereka mengikuti kegiatan secara langsung di ruang perpustakaan dengan membaca buku dan berinteraksi bersama pengurus serta relawan.
Pengurus Perpustakaan Gampong Lueng Daneun, Husnul Khatimah, menyampaikan rasa syukur atas kembali aktifnya layanan perpustakaan meski fasilitas yang tersedia masih terbatas pascabencana.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa kembali membuka layanan dan kegiatan belajar untuk anak-anak. Sebagian besar buku baru yang ada saat ini merupakan sumbangan dari berbagai pihak yang peduli dengan pendidikan anak-anak di gampong kami. Sementara untuk koleksi buku lama yang masih bisa diselamatkan dan layak dipergunakan tersisa lebih kurang 100 buah,” ujarnya.
Husnul menambahkan, agar operasional perpustakaan bisa normal seperti sebelumnya, ia sangat berharap bantuan dari berbagai pihak.
“Bagi masyarakat atau lembaga yang mau menyumbang buku, atau properti lain seperti rak buku, dapat menghubungi pengurus atau Pemerintah Gampong Lueng Daneun,” sebut alumni FMIPA USK.
Pengaktifan kembali kegiatan perpustakaan mengusung tagline “Membaca Hari Ini, Cerdas Masa Depan” dan motto “Belajar Menyenangkan, Ilmu Bertambah, Akhlak Terbentuk, Prestasi Meningkat!”
Sejumlah program pembelajaran kembali dijalankan untuk anak-anak dan remaja, di antaranya Calistung untuk usia 5–10 tahun, English Class, kegiatan agama atau pengajian, seni tari adat Aceh, serta Story Telling.
Program Calistung difokuskan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dengan metode interaktif. Sementara English Class memberikan pembelajaran bahasa Inggris sehari-hari, kosakata, dan percakapan sederhana. Kegiatan agama atau pengajian mencakup pendalaman Al-Qur’an, akidah, akhlak, fiqih, dan doa sehari-hari. Adapun program seni tari adat Aceh meliputi pelestarian seni budaya tradisional, seperti Tari Saman, Seudati, dan Ranup Lampuan.
Program Story Telling ditujukan untuk mengasah keberanian dan kreativitas anak melalui kegiatan mendengar, memahami, dan menceritakan kembali kisah-kisah inspiratif.
Seluruh kegiatan pembelajaran dijadwalkan berlangsung rutin setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, pukul 15.00–17.00 WIB, di Perpustakaan Gampong Lueng Daneun, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.
Pada tahun 2025, Perpustakaan ini berhasil mendulang prestasi dengan meraih Juara I Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (Desa/Kelurahan) Terbaik Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025 Perpustakaan tersebut juga tercatat sebagai salah satu penerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 2022. (MA)




















