KABARDAILY.COM,ACEH BESAR – Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Aceh Besar sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) pada Sabtu, 27 Juni 2026. Berlokasi di Gedung PGRI Kabupaten Aceh Besar, forum tertinggi organisasi pemuda perempuan Nahdlatul Ulama ini resmi menetapkan Sahabat Rizqa Fithri, S.Th.I, MIRKH sebagai Ketua Umum PC Fatayat NU Aceh Besar masa khidmad 2026–2031.
Rizqa Fithri merupakan salah satu putri terbaik Aceh Besar kelahiran Kecamatan Indrapuri. Berbekal latar belakang pendidikan yang kuat, ia diharapkan mampu membawa energi baru bagi kemajuan organisasi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Aceh yang diwakili oleh Lia Nurhilaliah, S.H.
Estafet Perjuangan dan Dakwah Berbasis Teknologi
Ketua Demisioner PC Fatayat NU Aceh Besar periode 2021–2026, Siti Maisarah, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar estafet kepemimpinan yang baru ini dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian kepengurusan sebelumnya.
”Kami sangat berharap kepengurusan berikutnya bisa terus melanjutkan program-program kaderisasi, pendampingan pendidikan bagi santri dan pemuda putus sekolah, serta aksi nyata di masyarakat yang berfokus pada kesehatan, sosial, dan lingkungan keluarga. Dengan kepengurusan baru, Fatayat NU harus mampu tampil lebih berwarna dan berdakwah mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Siti Maisarah.
Menjaga Khittah dan Paham Aswaja
Harapan senada juga disampaikan oleh Tgk. Heru Saputra, S.H., M.H., selaku Sekretaris PCNU Aceh Besar. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran Fatayat NU sebagai benteng ideologi generasi muda perempuan di Aceh Besar.
”Fatayat NU harus terus bergerak bersama dan konsisten menjaga paham ajaran NU sebagai Ahlusunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Ini adalah paham murni yang senantiasa berpedoman pada Al-Qur’an, Hadis, Ijmak, dan Qiyas,” tegas Tgk. Heru Saputra.
Dengan terpilihnya Rizqa Fithri, PC Fatayat NU Aceh Besar siap menyusun barisan kepengurusan baru yang adaptif, inovatif, namun tetap kokoh memegang nilai-nilai tradisi keislaman Nusantara untuk lima tahun ke depan




















