Puslit Arkenas Sosialisasi Daring Rumah Peradaban Situs Lamreh

Jakarta,kabardaily.com – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) RI mengadakan sosialisasi secara daring Rumah Peradaban Situs Lamreh, Kamis (2/9/2021).

IMG 20210902 WA0149

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Dr I Made Geria, dalam sambutannya mengatakan penilitian itu bermakna bila hasil penelitian dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Peneliti bagaimana harus dapat mengangkat suatu program yang bersentuhan dan dapat dicerna oleh masyarakat yang disajikan dalam bentuk buku ataupun juga dalam bentuk visual situs yang memudahkan anak-anak belajar praktik baik, “harapnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber anggota DPRRI Komisi X, Hj Illiza Saaduddin Djamal, Kepala Disdikbud Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg, Peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Dra Libra Hari Inagurasi MHum. Sementara peserta yang mengikuti acara tersebut 150 orang dari 12 Sekolah yang ada di Aceh Besar dan peserta dari Disdikbud Aceh Besar sendiri.

IMG 20210902 WA0151

Narasumber pertama Kepala Disdikbud Aceh Besar, Dr Sillahuddin MA menyatakan Lamreh penting untuk dilestarikan, karena menjadi bukti pembelajaran bagaimana budaya kita berkembang dan bagi Pendidikan menjadi media mentransfer dan menyampaikan nilai-nilai masa lalu, bukan hanya penyampaian pengetahuan.

Silahuddin menambahkan cara lain untuk melestarikan cagar budaya, memperbanyak seminar-seminar seperti yang dilakukan hari ini, melakukan koordinasi dengan terkait cagar budaya, dan mendokumentasikan serta mempromisikannya.

IMG 20210902 WA0148

Sementara itu narasumber kedua anggota Komisi X DPRRI, H Illiza Saaduddin Djamal menyatakan Lamreh penting untuk mempelajari bagaimana peradaban Islam muncul dan berkembang di tanah air kita, bukan hanya di Aceh, tetapi di Nusantara.

“Lamreh pun menjadi kebanggan kita sebagai masyarakat Aceh, bagian dari Indonesia dengan keragaman budayanya, “tambahnya.

IMG 20210902 WA0150

Sedangkan narasumber ketiga, Dra Libra Hari Inagurasi, peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menyatakan Nisan pada makam-makam Islam di Lamreh menunjukkan perpaduan budaya Islam dan Pra-Islam (sebelum Islam). Ini adalah bukti budaya Indonesia terbentuk dari perpaduan berbagai budaya.

“Ini menjadi ciri khas bangsa kita sehingga kini menjadi bangsa yang kaya akan keanekaragamannya, Bangsa yang berbineka, “ujarnya.

Kegiatan sosialisasi daring rumah peradaban tersebut berlangsung dengan sangat baik dan sangat interaktif walau ada sedikit gangguan jaringan diakhiri dengan tanya jawab. []