KABARDAILY.COM,ACEH TAMIANG – Tim Pengabdian skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) USK melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Telaga Meuku Sa, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 3–4 Agustus 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pemulihan Berkelanjutan Melalui Pemberdayaan terhadap Resiliensi Penyintas Bencana Banjir di Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang melalui Penyediaan Air Bersih Berkualitas.”
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM)kemen yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat melalui penyediaan air bersih yang layak sekaligus memberikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu langkah pemulihan pascabencana.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kemitraan dengan Koperasi Produsen Teuku Chik Di Punteut sebagai mitra pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, mitra, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Tim pengabdian drg. Iin Sundari, M.Si., sebagai ketua dan anggota tim pengabdi Misrahanum, S.Si., M.Kes. dan Dr. Ir. Mohd. Iqbal, M.T. beserta 5 orang mahasiswa, yang berperan aktif dalam mendampingi masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat memperoleh penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kualitas air bersih, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), serta pengelolaan air minum yang aman. Selain penyampaian materi, tim pengabdi juga berdiskusi bersama masyarakat mengenai berbagai tantangan penyediaan air bersih pascabencana serta melakukan koordinasi terkait rencana pemasangan sarana penyediaan air bersih sebagai bagian dari keberlanjutan program.
Ketua Tim Pengabdian, drg. Iin Sundari, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengelola dan memanfaatkan sarana yang tersedia secara mandiri.
_”Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, mitra, dan masyarakat. Dengan adanya penyediaan air bersih berkualitas serta edukasi kesehatan, masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pascabencana dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh,”_ ujar drg. Iin Sundari, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian.
Pada kegiatan ini analisis laboratorium air bersih juga dilakukan untuk mengetahui cemaran mikroorganisme E. Coli dan Coliform agar air aman untuk dikonsumsi.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ketua Mukim, Geuchik Desa Telaga Meuku Sa, aparatur desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai kondisi sanitasi, akses air bersih, serta berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi setelah banjir.
Melalui kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Diharapkan kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga mampu menghasilkan program-program yang berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan, memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tamiang.




















