Banda Aceh,kabardaily.com – Sesuai dengan jadwal yang telah dirilis oleh KPU RI, tanggal 4 November lalu menjadi waktu bagi tiap KPU Provinsi mengabarkan kepada publik akan Daftar Calon Tetap untuk DPRD, DPR-RI dan DPD-RI, tak terkecuali KIP Aceh.
Dari hasil pengumuman itu, tertera 30 nama calon tetap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Dapil Aceh yang akan bersaing untuk memperebutkan jatah kursi senator.
Di antara calon tersebut yakni Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA yang kebagian nomor urut 4. Sosok yang selama ini mendarmakan dirinya sebagai tenaga pendidik mengingat ia sebelumnya merupakan dosen di UIN Ar-Raniry dan juga dai kondang yang banyak tampil di kalangan masyarakat.
Saat awak media ini bertemu dengannya di sebuah warung kopi di sudut kota Banda Aceh, lelaki yang terkenal agamis dan low profile ini menyebut sudah waktunya bagi dirinya untuk berjuang menyuarakan suara rakyat lewat jalur politik agar Aceh semakin cemerlang di masa mendatang.
“Sekarang waktu yang tepat untuk saya berusaha dan berdoa, bertawakkal mewujudkan cita cita mulia, berjuang dengan niat hubbul wathan, memberikan berbagai macam saran dan pengawasan. Jika Allah mentakdirkan saya sebagai anggota DPD-RI periode 2024-2029, insyaallah pendidikan, agama dan dakwah kita perjuangkan selalu sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Memberikan kebahagiaan bagi hati yang selalu berharap nyaman dan aman.” Ujarnya
Lebih lanjut, jebolan doktor bidang Tafsir Alquran Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan bahwa alasan memilih jalur DPD RI ketimbang DPR RI karena lewat lembaga tersebut dirinya bisa tampil dan bersikap independen serta tidak dipengaruhi kepentingan kelompok atau partai politik.
“Seorang politisi itu sudah semestinya bersikap objektif dengan memperhatikan kepentingan dan hajat orang banyak, bukan karena diintervensi oleh partai, kelompok dan golongan,” sambung Ustadz Mufakhir yang saat ini juga didapuk menjadi Ketua Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia Provinsi Aceh.
Dengan keyakinan seperti di atas, ia optimis akan berbuat yang terbaik bagi masyarakat jika diamanahi sebagai senator nantinya. Selaku anak kandung dari almarhum Tgk. H. Muhammad Arief (Mantan Gubernur GAM Pidie), darah pejuang pun tampaknya turut mengalir dalam diri cendikiawan yang sehari-hari banyak terlibat dalam kegiatan sosial, pendidikan dan dakwah islamiyah ini.






















