KABARDAILY.COM,ACEH BESAR — Kepemimpinan tidak lahir hanya dari sebuah jabatan, tetapi tumbuh melalui proses belajar, keteladanan, tanggung jawab, dan keberanian untuk bekerja bersama. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi calon pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026.
Mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Berkarakter, Berintegritas, dan Kolaboratif untuk Mewujudkan OSIS yang Inspiratif dan Berprestasi”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa untuk mengenali potensi diri, mengasah kemampuan memimpin, serta memahami bahwa menjadi pengurus OSIS bukan sekadar memperoleh posisi dalam organisasi, melainkan menerima amanah untuk melayani dan membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.
Pembukaan kegiatan berlangsung istimewa dengan kehadiran Camat Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Azhari. Kehadirannya bukan hanya dalam kapasitas sebagai pemimpin wilayah, tetapi juga sebagai alumni SMA Negeri 1 Sukamakmur yang dahulu dikenal dengan nama SMA Sibreh, sebelum mengalami perubahan nomenklatur menjadi SMA Negeri 1 Sukamakmur.
Pesan Alumni: Bawalah Nama Baik Sekolah
Dalam sambutannya, Azhari berharap para peserta yang nantinya dilantik sebagai pengurus OSIS dapat menjaga nama baik sekolah serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan karakter pelajar yang bertanggung jawab.
Menurutnya, OSIS harus menjadi wadah strategis untuk membangun jiwa kepemimpinan dan kolaborasi. Pengalaman berorganisasi sejak di bangku sekolah akan menjadi bekal berharga bagi siswa ketika menghadapi tantangan di masa depan, baik dalam pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut memiliki makna tersendiri bagi para peserta. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan program kerja organisasi, tetapi juga belajar membangun kepercayaan, menghargai perbedaan pendapat, menyelesaikan persoalan bersama, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Kisah perjalanan Azhari sebagai alumni yang kini mengemban amanah sebagai Camat Sukamakmur sekaligus menghadirkan pesan bahwa sekolah merupakan salah satu tempat penting dalam menumbuhkan cita-cita dan mempersiapkan generasi yang kelak berkontribusi bagi masyarakat.
Sekolah Menyiapkan Pemimpin, Bukan Sekadar Pengurus
Kepala SMA Negeri 1 Sukamakmur, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa pelaksanaan LDKS merupakan bagian dari upaya sekolah mempersiapkan siswa menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter, integritas, kemampuan bekerja sama, dan semangat berprestasi.
Ia menjelaskan kepada awak media bahwa pembentukan kepemimpinan siswa tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi di ruang kelas. Para siswa perlu memperoleh pengalaman belajar yang memungkinkan mereka berdiskusi, berkolaborasi, mengambil keputusan, menyampaikan gagasan, serta belajar bertanggung jawab atas pilihan dan tindakan mereka.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para siswa dengan keterampilan kepemimpinan yang dapat mereka terapkan, bukan hanya ketika menjadi pengurus OSIS, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan perjalanan pendidikan mereka,” demikian pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Untuk memperkaya pengalaman belajar, pihak sekolah turut melibatkan alumni yang telah berkembang dan sukses dalam bidang masing-masing, serta sejumlah tokoh masyarakat. Di antara tokoh yang dilibatkan adalah Dr. Yusran Asnawi dan Juanda Jamal, bersama beberapa tokoh alumni lainnya.
Keterlibatan para alumni diharapkan menjadi jembatan antara pengalaman generasi terdahulu dan cita-cita generasi muda. Para siswa dapat memperoleh gambaran nyata bahwa keberhasilan membutuhkan proses, kedisiplinan, kemauan untuk terus belajar, kemampuan membangun relasi, serta keberanian menghadapi tantangan.
Kepala sekolah berharap kehadiran para tokoh tersebut mampu membangkitkan motivasi peserta, memperluas wawasan, dan memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya pendidikan. Pada akhirnya, pengalaman kepemimpinan yang diperoleh diharapkan turut mendorong peningkatan prestasi akademik dan nonakademik siswa.
Menyiapkan Kader yang Mampu Menyuarakan Aspirasi Siswa
Sementara itu, Pembina OSIS yang juga menjabat sebagai Ketua Penjaminan Mutu SMA Negeri 1 Sukamakmur menyampaikan bahwa LDKS merupakan agenda tahunan sekolah untuk mempersiapkan kader pemimpin siswa yang mampu menjalankan organisasi secara bertanggung jawab dan mewakili kepentingan seluruh siswa.
Menurutnya, pengurus OSIS memiliki peran penting sebagai penghubung antara aspirasi siswa dan pihak sekolah. Karena itu, calon pengurus perlu memahami bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang memberikan instruksi, melainkan juga kemampuan mendengarkan, merangkul, membangun komunikasi, dan mencari solusi bersama.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat leadership skills atau keterampilan kepemimpinan siswa, termasuk komunikasi efektif, kerja sama tim, pengambilan keputusan, manajemen organisasi, penyelesaian konflik, dan penyusunan program kerja.
Keterampilan tersebut penting agar OSIS mampu menjadi organisasi yang aktif, kreatif, inklusif, serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi warga sekolah. Program OSIS diharapkan tidak berhenti pada rutinitas seremonial, tetapi mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata yang mendukung budaya positif, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan prestasi siswa.
Dari Pelatihan Menuju Perubahan Nyata
Lebih dari sekadar agenda tahunan, LDKS menjadi kesempatan bagi para calon pengurus OSIS untuk memahami bahwa setiap pemimpin memiliki tanggung jawab moral terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Integritas diuji ketika seseorang tetap jujur meskipun tidak diawasi. Disiplin terlihat ketika tanggung jawab ditunaikan tanpa harus terus-menerus diingatkan. Sementara itu, kolaborasi tumbuh ketika setiap anggota bersedia mendengarkan dan menghargai kontribusi orang lain.
Nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata setelah pelatihan berakhir. Para calon pengurus diharapkan mampu menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan siswa, membangun komunikasi yang sehat, menjadi teladan dalam kedisiplinan, serta berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar.
Dengan demikian, keberhasilan LDKS tidak semata-mata diukur dari kelancaran pelaksanaan kegiatan atau pelantikan pengurus OSIS. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana para peserta mampu menunjukkan perubahan sikap, meningkatkan tanggung jawab, mengembangkan kemampuan bekerja sama, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekolah.
Bagi SMA Negeri 1 Sukamakmur, investasi dalam kepemimpinan siswa merupakan bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang positif. Sekolah tidak hanya bertugas mengantarkan siswa mencapai keberhasilan akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, kemandirian, kepedulian, dan kemampuan hidup bersama.
Pada akhirnya, calon pengurus OSIS yang mengikuti LDKS diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani; tidak hanya mampu menyampaikan gagasan, tetapi juga konsisten mewujudkannya; serta tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi turut mengangkat nama baik sekolah.
Sebab, pemimpin masa depan tidak selalu dimulai dari panggung yang besar. Terkadang, langkah pertamanya tumbuh dari ruang belajar sederhana, sebuah organisasi sekolah, dan keberanian seorang siswa untuk mengambil tanggung jawab serta memberikan teladan bagi teman-temannya.




















