BIREUEN,KABARDAILY.COM – Suasana pasar tradisional Keude Lueng Daneun, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, tampak sedikit berbeda pada Senin pagi (21/7/2025). Di tengah hiruk pikuk warga yang datang berbelanja dari berbagai pelosok desa, tampak sebuah lapak sederhana berisi ratusan buku bacaan yang tersusun rapi di atas tikar. Inilah “Peukan Meubaca”, sebuah kegiatan literasi yang digagas oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Syiah Kuala (USK).
Konsep “Peukan Meubaca” terbilang unik. Para mahasiswa KKN membawa ratusan koleksi buku dari Perpustakaan Gampong Meubaca, lalu membukanya di ruang terbuka, di antara pedagang sayur, penjual pakaian, dan kerumunan pengunjung pasar. Lapak baca ini seolah menjadi “oase sunyi” di tengah keramaian hari pasar (uroe peukan) yang menjadi magnet warga dari berbagai gampong, bahkan dari luar kecamatan seperti Makmur dan Kuta Blang.

“Kami ingin menghadirkan literasi di ruang yang tidak biasa. Justru di tempat seperti inilah masyarakat berkumpul, dan kami berharap kehadiran buku bisa menyita perhatian mereka, bahkan hanya untuk sekadar membuka halaman dan membaca dua-tiga paragraf,” ujar Muhammad Bintang Indra Hidayat, salah satu mahasiswa KKN.
Tak sedikit anak-anak yang datang bersama orang tuanya berhenti sejenak untuk membuka buku cerita bergambar, sementara beberapa warga dewasa tampak penasaran dengan koleksi buku bertema pertanian, agama, dan kisah inspiratif.
Menurut mahasiswa lainnya, “Peukan Meubaca” tak hanya sebatas menghadirkan buku, tetapi juga menciptakan ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Mereka berdiskusi, membaca bersama anak-anak, hingga memberi rekomendasi bacaan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi tidak harus selalu berada di ruang formal. Di bawah rindangnya pohon di sisi jalan pasar, buku-buku itu justru menemukan pembacanya – meski hanya sesaat, namun memberi dampak yang berarti.
“Kami berharap ini bisa menjadi cikal bakal kegiatan rutin yang bisa diteruskan oleh masyarakat. Literasi adalah kerja jangka panjang, dan harus terus hidup dalam keseharian,” tambah Rahayu Safitri.
Dengan semangat dan kreativitas, para mahasiswa KKN Tematik Literasi USK telah membuktikan bahwa membaca bisa dilakukan di mana saja, bahkan di tengah keramaian pasar tradisional. “Peukan Meubaca” bukan sekadar kegiatan, tetapi langkah kecil menyalakan cahaya pengetahuan di tengah denyut kehidupan masyarakat.
Husnul Khatimah, M.Si, relawan perpustakaan Gampong Meubaca mendukung penuh kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat, mengedukasi dan meningkatkan minat literasi masyarakat tanpa ada batasan.
“Mudah-mudahan ini dapat mendorong dan memperkuat interaksi sosial antar warga desa Lueng Daneun dan sekitarnya. Selaku relawan, saya sangat mengapresiasi program-program yang digagas oleh adik-adik KKN USK,” sebut alumni FMIPA USK.
Kegiatan “Peukan Meubaca” juga mendapatkan dukungan dan perhatian Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, Saifuddin, S.Ag, MM dan Camat Peusangan Siblah Krueng, Azhari, S.Sos. Mereka berdua meluangkan waktu mendatangi lapak buku yang digelar para mahasiswa untuk memberi dukungan moril.
Para mahasiswa KKN Tematik Literasi USK, tidak lama lagi akan meninggalkan lokasi pengabdian. Tanggal 31 Juli 2025 semua berkemas dan mereka siap kembali ke kampus. Mudah-mudahan apa yang sudah digagas dan dimulai oleh mereka, bisa menjadi sebuah kenangan, apalagi kalau kegiatan ini ada yang meneruskan, pasti rasa rindu para mahasiswa ini pada Lueng Daneun akan terus mengental di hati.
Muhammad Bintang Indra Hidayat (FMIPA), Akhsania Maisa Rahmah (FMIPA), Zuwi Pertiwi (FMIPA), Qandila Ahmara (FMIPA)
Indriani Miza Alfiyanti (FMIPA), Alfi Zamriza (FMIPA), Ade Riski (FMIPA),
Aulia Vika Rahman (FMIPA),
M.Ihsan Rizqullah Adfa (FMIPA) dan Rahayu Safitri (FKIP) adalah talenta USK yang akan mengisi ruang- ruang peradaban masa depan. Mudah-mudahan semangat literasi terus tumbuh dihati kalian.
Mukhlis Aminullah, SE, MM
Aktivis literasi Bireuen / Kontributor kabardaily.com




















