Konselor Sebaya Harus Mampu Memberikan Materi Tentang Bahaya Narkoba

Banda Aceh,kabardaily.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN), Syahrul Maulidi, SE., M.Si mengatakan pembekalan konselor sebaya sebagai pencegahan bahaya narkoba bagi siswa yang digelar sejak 13 sampai 15 Oktober 2021, akan ada tindak lanjut.

“Nanti adik-adik yang sudah dilatih sebagai konselor sebaya harus siap memberikan materi pencegahan dan bahaya narkoba di sekolah, jika memang diperlukan, “jelas Syahrul.

“Ilmu yang didapat hari ini menjadi bekal, melindungi diri dan teman dari ancaman narkoba,” kata Syahrul, saat penutupan Pelatihan Pendidikan Dasar Konselor Sebaya bagi Peserta Didik dalam Upaya Pencegahan Narkoba, di Banda Aceh, Jumat (15/10/2021).

Semua peserta, pinta Syahrul, harus jadi contoh dan teladan dalam memberantas narkoba di lingkungan remaja, seperti sekolah. Lakukan gerakan yang dapat meminimalisir penyebaran narkoba. Hal paling penting bisa menjaga diri dari pengaruh narkoba.

Sementara Pembantu PPTK Subbag Program Informasi dan Hukum (PIH) Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, T. Raja Idin, ST., MT., saat diwawancarai awak media, mengapresiasi kegiatan yang digelar IKAN terhadap siswa SMA/SMK se-Banda Aceh. Pelatihan ini penting, karena remaja masih dalam masa labil dan mencari jati diri.

“Mereka perlu dibimbing dan diarahkan,” ungkap T. Raja Idin.

“Keberadaan konselor sebaya seperti siswa, tentu bisa membimbing teman dan keluarga, sehingga tidak terpengaruh penyalahgunaan narkoba, “tambahnya.

T. Raja Idin mengingatkan, narkoba tak ada guna bagi generasi bangsa jika salah penggunaan. Sebaiknya, fokus pada cita-cita, agar sukses di masa depan.

Ia meminta semua peserta pelatihan ini bisa jadi duta di sekolah masing-masing, dan memberi tahukan pada teman tentang ciri-ciri terpengaruh narkoba.

“Jadi jangan rusak diri dengan narkoba, selamatkan masa depan Anda. Tidak ada hal indah dari pengguna narkoba,” pungka T. Raja.

Siswa SMA/SMK mendapat pembekelan dari Konselor Adiksi, psikolog dan pegiat anti narkoba. Selama tiga hari, mereka diberikan pendidikan karakter. Siswa dan siswi ini juga dilatih sebagai konselor, sehingga mampu memberikan solusi dan menyelesaikan masalah orang lain.[]