Kementerian Kebudayaan Konsolidasi Program di Aceh, ISBI Dorong Perhatian Serius bagi Pelaku Budaya

JANTHO,KABARDAILY.COM – Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan menggelar sosialisasi dan konsolidasi program di Kantor BPK Wilayah I Aceh, Minggu (25/1/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dengan para pelaku budaya di Aceh.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen kebudayaan, mulai dari komunitas budaya, pelaku seni budaya, hingga institusi pendidikan. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh turut ambil bagian dalam kegiatan ini dan diwakili oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Saniman Andi Kafri, M.Sn.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Irini Dwi Wanti, S.S., M.SP. Dalam sambutannya, Irini menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian, pelaku budaya, dan institusi terkait guna menjaga keberlangsungan kebudayaan nasional di tengah perubahan zaman.

Ia menyebutkan bahwa kebudayaan hanya dapat bertahan jika didukung oleh ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan aktif pelaku budaya daerah menjadi aspek penting dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan kebudayaan di tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Direktorat Bina SDM mensosialisasikan program Manajemen Talenta Nasional (MTN), sebuah program berbasis platform digital yang dirancang untuk menghimpun dan mengembangkan talenta-talenta terbaik di bidang seni dan budaya dari seluruh Indonesia.

Melalui MTN, para pelaku seni dan budaya dapat mendaftarkan diri secara terbuka ke dalam sistem digital nasional. Platform ini membuka peluang bagi talenta daerah untuk mendapatkan pembinaan berkelanjutan serta kesempatan berpartisipasi dalam ajang seni budaya hingga ke tingkat internasional.

Selain MTN, turut diperkenalkan program Gita Bahana Nusantara, yang selama ini dikenal sebagai program pengembangan talenta terbaik di bidang paduan suara. Program ini menjadi salah satu instrumen pembinaan generasi muda dalam seni vokal yang berorientasi pada penguatan karakter dan identitas kebangsaan.

Dalam sesi diskusi, perwakilan ISBI Aceh, Saniman Andi Kafri, M.Sn., menyampaikan pandangannya bahwa pelaku budaya merupakan aktor utama dalam menjaga kesinambungan tradisi dan pengetahuan lokal. Menurutnya, tanpa keberpihakan kebijakan yang jelas, pelaku budaya akan sulit bertahan di tengah tantangan ekonomi dan perubahan sosial.

Saniman menegaskan, Kementerian Kebudayaan khususnya Direktorat Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan perlu memberikan perhatian yang lebih konkret dan berkelanjutan kepada pelaku budaya, tidak hanya melalui program seremonial, tetapi juga lewat skema pembinaan, perlindungan, dan keberlanjutan profesi. Ia menilai, sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan seni seperti ISBI Aceh menjadi kunci dalam melahirkan ekosistem budaya yang kuat dan berdaya saing.