Kak Danang berhasil “hipnotis” siswa dalam Safari Dongeng Palestina di Bireuen

kabardaily.com  – Kehadiran Tim Sahabat ODI ke MIN 10 dan MIN 19 Bireuen hari ini memukau para siswa. Pada sesi pertama pagi Jum’at (10/11/2023) Kak Danang, Kak Syifa dan Kak Fildza berhasil “menghipnotis” anak-anak MIN 19 Bireuen yang berlokasi di Krueng Panjoe, Kecamatan Kuta Blang dengan berbagai materi yang mereka sampaikan.

Seperti biasanya, kegiatan dimulai dengan percobaan sains yang dilakukan oleh Kak Syifa, salah seorang pendongeng yang tergabung dalam Sahabat ODI mengajak anak-anak untuk bercerita tentang keajaiban-keajaiban Al Qur’an.

Misalnya ia bercerita tentang keajaiban lebah, ternyata memang sudah disebutkan dalam Al Qur’an jauh hari sebelum ilmuwan Barat mempresentasikan ke publik. Syifa juga bercerita tentang “pertemuan” dua rasa air laut di perbatasan Maroko dan Spanyol, yang satunya asin, disisi yang lain air tawar. Keajaiban dunia yang banyak ditemukan saat ini sebenarnya sangat mudah ditemukan dalam Al Qur’an, khusus bagi yang mau mempelajarinya.

Sesi kedua lebih kurang 45 menit, Kak Danang, pendongeng utama dari Sahabat ODI, bercerita tentang kondisi anak-anak Palestina, masa lalu dan sekarang. Anak-anak Palestina sedang berjuang meraih kehidupannya.

Mereka banyak yang menjadi yatim piatu karena perang. Untuk itu ia mengajak semua siswa untuk menghargai dan memperlakukan orang tua dan guru dengan baik. Cara Kak Danang bercerita bisa membuat semua siswa menangis.

Pada sesi terakhir Kak Danang mencoba membalikkan suasana hati anak-anak. Ia mulai memainkan boneka ODI, alat peraga handal yang menjadi ciri khasnya. Boneka ODI dan Kak Danang hampir persis seperti boneka Susan dan Kak Ria pada tahun 90-an. Kak Danang memainkan cerita-cerita lucu yang membuat anak-anak tertawa gembira.

Setelahnya baik para guru maupun siswa mengumpulkan donasi untuk bangsa Palestina yang sedang berjuang merebut kemerdekaannya.

Setelah selesai di Krueng Panjoe, tim bergerak ke MIN 10 di Lueng Daneun Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Dengan konsep, gaya dan cara yang sama, anak-anak sekolah ini juga sangat senang dengan kehadiran Kak Danang dan kawan-kawan. Saat sesi mau berakhir, serentak semua siswa meminta Kak Danang jangan pulang dan melanjutkan mendongeng dengan boneka ODI-nya.

Baik Kepala MIN 19, Salma, S.Pd, M.M maupun Kepala MIN 10 Bireuen, Asniati, S.Ag, M.A secara terpisah mengungkapkan rasa puasnya atas kehadiran Sahabat ODI ke sekolah mereka. Secara khusus mereka berharap donasi yang disampaikan untuk Palestina dapat bermanfaat. (MA)