Kabid SMK Disdik Aceh Jadi Observer WorldSkills di Shanghai

KABARDAILY.COM,SHANGHAI — Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Aceh, Tarmidhi SST MSi ditunjuk menjadi observer dalam ajang WorldSkills di Shanghai, China, yang berlangsung pada 23 sampai 27 September 2026.

Tarmidhi ditugaskan untuk mengikuti secara langsung pelaksanaan kompetisi keterampilan tingkat internasional sekaligus memberikan pendampingan dan dukungan kepada siswa asal Indonesia yang berlaga dalam ajang bergengsi tersebut.

Kabid SMK Disdik Aceh itu kepada media ini, Sabtu (26/9) mengatakan, keikutsertaannya sebagai observer menjadi kesempatan penting bagi Pemerintah Aceh, khususnya dalam melihat perkembangan standar keterampilan kerja yang diterapkan di tingkat internasional.

“Kami sangat berbangga dapat ikut serta dalam even bergengsi ini. Kesempatan ini menjadi ruang bagi kami untuk melihat secara langsung perkembangan keterampilan kerja dunia dan bagaimana standar tersebut diterapkan dalam kompetisi internasional,” ujar Tarmidhi.

Dijelaskannya, penugasan tersebut juga diarahkan untuk melihat kemajuan WorldSkills yang diikuti peserta dari 78 negara. Hasil pengamatan selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat pendidikan vokasi di Aceh.

Menurut Tarmidhi, observer dapat melihat secara langsung standar keterampilan kerja pada level internasional, sekaligus memperluas wawasan mengenai berbagai bidang kejuruan, seperti teknologi, otomotif, kuliner, teknologi informasi, dan bidang keterampilan lainnya.

“Tujuan pembelajaran dari kegiatan ini antara lain melihat standar keterampilan kerja pada level internasional, menambah wawasan bidang kejuruan, serta menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan praktik siswa,” sebut manatan Kepala SMK Negeri 2 Meulaboh ini.

Selain itu ia menuturkan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenali profesi yang memiliki kebutuhan tinggi dalam pasar kerja global, melihat peluang kerja dan magang internasional, serta membandingkan kemampuan peserta didik dengan kompetitor dari berbagai negara.

Tarmidhi mengungkapkan, pengalaman ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum SMK dan pendidikan vokasi, termasuk dalam mengevaluasi metode pelatihan keterampilan yang selama ini diterapkan.

“Kita juga ingin melihat bagaimana lembaga pendidikan vokasi di berbagai negara mempersiapkan peserta didiknya. Ini penting sebagai bahan evaluasi dan referensi dalam pengembangan pendidikan vokasi di daerah,” tandasnya.

Lebih lanjut Tarmidhi menjelaskan, keikutsertaan tersebut juga diarahkan untuk membuka dan memperkuat jejaring dengan industri serta lembaga pelatihan di luar negeri. Hubungan dengan dunia industri internasional dinilai penting agar pendidikan vokasi semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Ditambahkannya, ia bersama Kepala SMK Negeri Aceh Barat Daya dipercaya untuk menjalankan tugas itu karena selama ini dinilai memiliki perhatian dan komitmen terhadap pengembangan sekolah vokasi serta telah memiliki pengalaman membangun komunikasi dengan industri internasional.

Tarmidhi menyampaikan, salah satu pengalaman adalah kerja sama SMK Negeri 1 Aceh Barat Daya dengan Festo, perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang teknologi otomasi dan electrical.

Ketua MKKS SMK Provinsi Aceh ini mengutarakan, kerja sama tersebut telah dituangkan dalam Perjanjian Nota k
Kesepahaman (MoU), termasuk program pelatihan bagi dua siswa SMK Negeei 1 Abdya dalam bidang mekatronika oleh perusahaan asal Jerman tersebut.

“Pengalaman membangun kerja sama dengan industri internasional tentu menjadi modal penting. Kita ingin hubungan seperti ini terus dikembangkan sehingga siswa SMK di Aceh memiliki kesempatan untuk mengenal standar industri global,” imbuh Tarmidhi.

Katanya, selain memperoleh pengalaman bagi pengembangan institusi, kegiatan WorldSkills juga diharapkan dapat memberikan semangat kepada kontingen Indonesia yang mengikuti kompetisi tersebut.

Tarmidhi menyatakan, kehadiran observer juga menjadi kesempatan untuk melihat berbagai6 inovasi teknologi yang digunakan dalam perlombaan keterampilan tingkat dunia. Pengetahuan tersebut nantinya dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran praktik di SMK.(*)