KABARDAILY.COM – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan bertajuk pelatihan karya bercerita berbasis ecoprint sebagai media ekspresi dan trauma healing bagi siswa SMA Negeri 1 Ketambe, Aceh Tenggara.
Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai 30 Maret hingga 4 April 2026, dan menjadi bagian dari kontribusi nyata kampus seni tersebut dalam mendukung pemulihan psikososial generasi muda pascabencana.
Kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Tahir, M.S. ini mengintegrasikan seni, literasi, dan keterampilan praktis dalam satu rangkaian pelatihan yang partisipatif dan reflektif. Para siswa diajak untuk menuangkan pengalaman, perasaan, dan harapan mereka dalam bentuk puisi, yang kemudian diwujudkan ke dalam karya ecoprint dan sablon pada media kaos menggunakan bahan-bahan alami.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis tentang ecoprint dan sablon, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengekspresikan diri secara bebas dan bermakna. Proses kreatif ini menjadi bagian penting dalam upaya trauma healing, membantu siswa untuk bangkit dari kondisi sulit sekaligus membangun kembali kepercayaan diri dan semangat belajar mereka.
Dari kegiatan ini, dihasilkan sebanyak 30 produk kaos ecoprint yang dipadukan dengan sablon puisi karya siswa. Karya-karya tersebut tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi juga simbol ketahanan, harapan, dan semangat baru yang tumbuh dari dalam diri para siswa.
Kepala SMA Negeri 1 Ketambe, Aliyas, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim ISBI Aceh. Ia menuturkan bahwa kehadiran para dosen melalui program pengabdian ini memberikan dampak yang sangat positif bagi siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh ISBI Aceh. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru kepada siswa, tetapi juga menjadi sarana pemulihan yang efektif dalam membangkitkan kembali semangat, kreativitas, dan rasa percaya diri mereka,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, ISBI Aceh menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi kreatif dan humanis terhadap berbagai persoalan sosial. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat melalui seni dan budaya.




















