Dr. Silahuddin, M.Ag Sampaikan Materi Trauma Healing bagi 250 Guru PAI Aceh

KABARDAILY.COM – Dalam rangkaian kegiatan pelantikan pengurus DPW AGPAII Aceh Periode 2026-2031, DPP AGPAII yang didukung oleh BSI Maslahat dan Penerbit PT. Erlangga menfasilitas kegiatan Seminar Trauma Healing bagi Guru PAI dengan menghadirkan Narasumber Dr. Silahuddin, M.Ag.

Kegiatan ini diikuti oleh 250 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Aceh terutama Guru PAI Kota Banda Aceh dan Aceh Besar baik TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

FB IMG 1787921542465

Kegiatan tersebut menjadi ruang penting bagi para guru untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memberikan pendampingan psikologis kepada peserta didik yang mengalami tekanan, kecemasan, maupun dampak trauma.

Kegiatan ini dengan moderator Dr. Nurdin Yacob, S,Ag, M. Pd yang juga Ketua Dewan Pembina DPW AGPAII Aceh.

Dalam pemaparannya, Dr. Silahuddin, M.Ag., selaku Dosen Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry dan Juga Ketua Prodi Doktor PAI Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry memaparkan bahwa guru PAI tidak hanya berperan sebagai pendidik dalam aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun ketenangan, rasa aman, dan kekuatan mental peserta didik.

Menurutnya, pendekatan trauma healing perlu dilakukan secara humanis, penuh empati, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Guru diharapkan mampu menjadi sosok yang menghadirkan rasa nyaman bagi siswa melalui komunikasi yang positif, keteladanan, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Seminar yang diikuti ratusan guru PAI Aceh tersebut berlangsung dengan antusias. Para peserta mendapatkan wawasan dan strategi praktis yang dapat diterapkan dalam menghadapi siswa yang membutuhkan dukungan emosional di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga di berikan kesempatan diskusi dan tanya jawab dengan peserta sehingga seluruh peserta sangat antusias mengikutinya

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kompetensi guru PAI dalam menghadirkan pembelajaran yang aman, bermakna, menyenangkan, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara utuh.