KABARDAILY.COM,BIREUEN – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat kembali menggelar Pasar Tani di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, Kamis (24/9) pagi.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat, terutama kaum ibu, yang datang untuk membeli berbagai kebutuhan pokok, makanan dan minuman dengan harga yang relatif terjangkau.
Panitia Road Show Pasar Tani Aceh, Safitri Leni, S.TP, mewakili Kepala Distanbun Aceh, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mengatakan kegiatan Pasar Tani kali ini diikuti 37 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bireuen.
“Pasar Tani ini bertujuan untuk membantu menekan angka inflasi di Kabupaten Bireuen, sekaligus mendukung peningkatan dan pemulihan stabilitas ekonomi pelaku UMKM, khususnya pascabencana banjir dan hidrometeorologi,” ujar Safitri.
Berbagai kebutuhan masyarakat tersedia dalam kegiatan tersebut. Di antaranya minyak goreng kemasan 1 kilogram seharga Rp15.000, beras medium SPHP dari Bulog Rp60.000 per sak, serta gas elpiji 3 kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.
Sementara itu, sejumlah bahan kebutuhan dapur lainnya juga dijual dengan harga yang bervariasi. Kemiri kupas Rp46.000 per kilogram, bawang packing Rp20.000 per kilogram, cabai merah Rp64.000 per kilogram, bawang kampung Rp25.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, dan Minyak Kita Rp16.000 per liter.
Selain bahan kebutuhan pokok, para pelaku UMKM juga menjual berbagai jenis makanan dan minuman kepada masyarakat yang hadir.
Masyarakat menyambut positif pelaksanaan Pasar Tani tersebut. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, kegiatan itu dinilai memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh barang dengan kualitas baik dan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan Pasar Tani diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu pelaku UMKM kembali bangkit setelah terdampak bencana. (AK99)




















