Disdikbud Aceh Besar Sosialisasi Aplikasi SIBAY di Wilayah V 

Aceh Besar,kabardaily.com – Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Beasiswa Anak Yatim (SIBAY) oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar dilaksanakan untuk Wilayah V di SDN Lam bada Klieng, Kamis, 30/09/2021.

Kegiatan tersebut juga telah dilaksanakan sebelumnya di wilayah lainnya, seperti Wilayah I, II, III, dan IV dan terakhir Wilayah V.

Data anak yatim/piatu/yatim piatu yang sebelumnya dikirim secara manual dari sekolah, kemudian akan diinput oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bidang kesiswaan, kali ini akan diinput langsung oleh sekolah dalam sebuah aplikasi yang diberi nama SIBAY. Data tersebut nantinya akan diverifikasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta langsung terkoneksi ke Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

Isnandar SE Ak  selaku Kepala Seksi Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar menjelaskan secara detail tentang aplikasi SIBAY ini yang nantinya memudahkan semua pihak dalam mendata siswa yatim/piatu/yatim piatu di Kabupaten Aceh Besar.

Beliau juga memaparkan bahwa untuk mengusulkan data tersebut, siswa harus terdaftar di Dapodik dan seorang Muslim.

“Bila sudah keluar dari Kabupaten, sudah meninggal, atau Non muslim tidak diisi lagi atau tidak diusul lagi dari Kabupaten Aceh Besar.” Tegasnya.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh orang tua/wali siswa adalah menyerahkan surat pernyataan dari Keuchik/Kepala Desa dari tempat domisili siswa bahwa benar siswa tersebut adalah yatim/piatu/yatim piatu.

Batas waktu pengisian di Aplikasi SIBAY sebelum tanggal 15/10/2021. Apabila melewati batas waktu tersebut, maka data siswa tidak bisa dientri lagi.

“Kami dari pihak dinas berharap, mari sama-sama kita peduli terhadap data anak yatim/piatu/yatim piatu, sehingga semua anak yatim/piatu/yatim piatu di Aceh Besar bisa terdata 100% dan dapat menerima beasiswa tersebut.” Pesan Pak Isnandar.

Adapun yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari semua Kepala Sekolah dan Operator sekolah Wilayah V selaku yang mengentri data anak yatim/piatu/yatim piatu nantinya ke dalam aplikasi.

“Kami juga sangat berterimakasih dengan hadirnya aplikasi ini, sehingga nantinya pihak sekolah tidak perlu mengetik ulang dari awal data yang akan ditambah atau dikurangi setiap tahun, bisa langsung ditambah atau dikurangi saja melalui aplikasi” ungkap Sri Afriani, salah seorang Kepala Sekolah yang mengikuti acara ini.

Semua peserta menyambut baik adanya aplikasi ini, yang tentu sangat membantu dalam meningkatkan manajemen sekolah.