Cak Helmi Nilai Mutasi di Lingkup Disdik Dayah Banda Aceh ada Aroma Politik

Banda Aceh,kabardaily.com – Gelombang Mutasi yang terjadi di tubuh Disdik Dayah Banda Aceh dinilai oleh guru dayah se-Kota Banda Aceh ada aroma politik, bagi-bagi kekuasaan. Ini tercermin saat dua punggawa Disdik Dayah Banda Aceh Alizar Usman-Muhammad Syarif didepak dari Disdik Dayah Banda Aceh. Padahal dua sosok ini dinilai sudah menyatu dengan guru dan pimpinan dayah se-Kota Banda Aceh.

“Bahkan kini dayah semakin terperhatikan,”ungkap Cak Helmi Sekretaris Dayah Misbahusshalihin Al Waliyah dalam rilisnya kepada kabardaily.com, Sabtu (25/12/2021).

“Dua insan yang menahkodai dayah di Banda Aceh jelas kinerjanya.
Bahkan kini dayah-dayah di Banda Aceh sudah meraih nilai akreditasi dari non tipe menjadi Akreditasi C, B dan A, “katanya.

“Sebagaimana dipahami eksistensi dayah di Banda Aceh masih relatif muda, dan kinerja mereka (Alizar-Syarif) sungguh luar biasa. Ruh Dayah Kota Banda Aceh ada pada mereka. Pencapaian Banda Aceh Juara 2 MQK Tingkat Provinsi Aceh di Tahun 2021 adalah kerja cerdas, kerja ikhlas mereka. Tapi kini mereka terdepak, ada apa? Ini patut dipertanyakan, “tegas Cak Helmi.

“Terus terang dua sosok tersebut pasangan yang tepat dan sudah menjiwai ruh dayah. Kami jajaran Pengurus Dayah Misbahusshalihin Al Waliyah menduga ada aroma politik bagi-bagi kekuasaan dan pada akhirnya mengorbankan orang-orang yang profesional dalam menjalankan tugasnya. Kalau dugaan ini benar, maka ini awal kehancuran, “tutupnya.[ril]