- Oleh. Dr. Muhammad Syarif, S.Pd.I, MA
(Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam/ Dosen S2 Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh)
KABARDAILY.COM | OPINI – Sejak Pilkada 2017 sampai Pemilu Anggota Legislatif dan Pilpres 2024 saya berhasil terpilih menjadi Panwascam Adhoc yang direkrut oleh Panwaslih Kota Banda Aceh untuk manjadi Pengawas Pemilu Kecamatan. Pada saat itu saya belumlah memiliki pengalaman yang mumpuni tentang kepemiluan. Namun dengan kegigihan dan belajar dari pengalaman di lapangan tentang dunia pengawasan pemilu, alhamdulillah berhasil terpilih dan dipercayakan menjadi salah satu Panwascam di Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.
Ini tentunya tidak mudah, sebab saat itu cukup banyak juga yang mendaftar dan dengan melalui berberapa proses tahapan tes. Disisi lain, pada saat itu saya memang sudah menjadi seorang dosen tetap pada Fakultas Agama Islam Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh.
Sejak menjadi Panwascam, saya merasa sangat tertarik ternyata dengan profesi sebagai pengawas pemilu bahkan hingga saat ini, dunia kerja yang saya hobby selama ini ada pada pekerjaan sebagai pengawas pemilu. Jikapun kedepan masih ada kesempatan saya tentu akan terus menggeluti pekerjaan sebagai pengawas pemilu sampai seterusnya.
Sebagai seorang dosen, saya juga terus mengembangkan jenjang karir di dunia akademik. Pada tahun 2018 saya berkesempatan melanjutkan kuliah ke jenjang S3 (Program Doktoral) di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam bidang Ilmu Fiqh Modern atau Hukum Islam, untuk masa-masa kuliah doktoral tersebut saya memilih untuk Non Aktif untuk sementara dari dunia akademik agar bisa lebih fokus dan berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan study jenjang tertinggi.
Saya mencoba berbagi waktu dengan baik antara fokus kuliah dan mengembangkan pengalaman dalam dunia pengawasan Pemilu. Pada akhir tahun 2018 Panwaslih Kota Banda Aceh kembali merekrut Panwascam se Kota Banda Aceh, saya mencoba mengambil bagian dengan mendaftar kembali menjadi calon Panwascam Kecamatan Banda Raya, alhamdulillah kembali dipercayakan menjadi Pengawas Pemilu Kecamatan, bahkan pada saat itu teman-teman mempercayakan saya menjadi ketua Panwascam Kecamatan Banda Raya hingga akhir masa tugas.
Sebagai seorang mahasiswa jenjang S3, tentu tidak mengurangi konsentrasi saya untuk menyelesaikan study dengan terus membagi waktu antara menjadi Panwascam dan menjadi mahasiswa. Alhamdulillah bersama dua rekan Panwascam mampu berbagi peran dengan baik dan maksimal melakukan pekerjaan tahapan demi tahapan dalam pengawasan Pemilu khususnya di wilayakan kerja di Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh hingga akhir masa tugas.
Pada Pemilu anggota Legislatif dan Pilpres tahun 2024 yang lalu, Panwaslih Kota Banda Aceh kembali dipercayakan menjadi salah satu Panwascam, kami bersama tim kerja sudah bekerja dengan baik dan maksimal dalam menyukseskan berbagai tahapan pemilu hingga berakhir masa tugas.
Menurut saya, menjadi seorang pengawas pemilu, pernah menjabat sebagai ketua dan bahkan dipercayakan hingga mencapai tiga periode kepemiluan merupakan bentuk keseriusan saya untuk terus ingin konsen dalam dunia Pengawasan Pemilu. Sehingga boleh dikatakan bahwa dunia Pengawas Pemilu sudah menjadi bahagian dari jenjang karir saya selama ini.
Saya juga sudah pernah beberapa kali mencoba untuk mencoba mencalonkan diri menjadi pengawas pemilu ditingkat yang lebih tinggi lagi jenjang Panwaslih Kota Banda Aceh, bahkan juga sudah pernah melewati beberapa tahapan untuk menjadi penyelenggara Pemilu dengan mencalonkan diri sebagai anggota KIP Provinsi Aceh, namun karena beberapa tahapan yang belum mampu saya lewati, sehingga belum berkesempatan untuk menjadi penyelenggara pemilu ke tingga yang lebih tinggi. Namun demikian, kedepan jika ada kesempatan tentu akan terus mencoba untuk menjadi bahagian dari kepemiluan di negeri Indonesia tercinta ini.
Sebagai seorang akademisi yang sudah menempuh pendidikan hingga ke jenjang S3, menurut saya kita perlu terus mengambil peran dalam memperbaiki bangsa, tentu ini harus dilakukan secara serius dan bersama-sama, bahkan harus terus dilakukan perbaikan dalam berbagai sisi yang kita anggap kita mumpuni dan mampu dalam bidang tersebut.
Salah satunya dengan menciptakan pemilu yang jujur dan adil dan berintegritas untuk menjaring wakil rakyat atau pemimpin terbaik diantara yang baik, baik sebagai anggota legislatif atau eksekutif dalam semua tingkatannya.
Kehadiran pengawas pemilu yang berintegritas merupakan salah satu instrumen penting dalam mencapai cita-cita tersebut. Oleh sebab itu, ditengah kesibukan sebagai akademisi yang bergelut dibidang pendidikan pada Perguruan Tinggi, rasa-rasanya saya juga ikut terpanggil untuk mengawasi event Pemilu dengan menjadi pengawas Pemilu demi menegakkan Undang-undang Kepemiluan khususnya di level jenjang kerja yang dipercayakan sebagai pengawas pemilu di Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.
Saya berfikir bahwa jika di dunia Perguruan Tinggi atau kampus lebih kepada pengembangan teori keilmuan dan mencerdaskan anak bangsa, maka kehadiran sebagai pengawas pemilu juga menjadi aplikasi di lapangan dengan aktif terlibat langsung bersama pihak-pihak terkait lainnya dan bergelimbang langsung bersama masyarakat umum (rakyat) untuk ikut andil dalam menyukseskan pesta demokrasi di Negeri Indonesia tercinta ini.
Jadi, saya berkesimpulan bahwa jika di kampus lebih banyak ke teori dan pengembangan keilmuan, maka prakteknya salah satunya dengan aktif di dunia kepemiluan dengan menjadi Pengawas Pemilu untuk menegakkan demokrasi.
Sekalipun saat ini sudah menjadi seorang akademisi dengan gelar Doktor, saya tentunya tidak ada masalah pun menjadi seorang pengawas pemilu, sekalipun di tingkat kecamatan, bagi saya kebermanfaatan dari keberadaan kita dimanapun dan dilevel apapun merupakan hal yang sangat substantif dalam hal kita berkontribusi dan ikut mengambil peran bagi kebaikan agama, nusa dan bangsa ini. Sekali lagi, inilah bentuk kontribusi dan dedikasi saya sebagai anak bangsa untuk tetap mencoba memberikan yang terbaik untuk negara ini dengan menjadi akademisi di Perguruan Tinggi plus ikut ambil andil sebagai penyelenggara pemilu dengan menjadi pengawas pemilu di Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.
Ini merupakan sedikit goresan tentang kilas pengalaman saya yang sebenarnya dalam keadaan dilematis sebenarnya, kerena disaat sedang fokus menyelesaikan study, namun juga ditantang dengan harus mengawas penegakan demokrasi. Tidak mudah memang, namun dengan pengaturan memajemen waktu yang baik tentu berbagai persoalan akan mampu kita selesaikan sekalipun di waktu yang bersamaan.
Semoga sedikit tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, agar terus mengembangkan diri dan jangan pernah mengeluh terhadap apapun tanggungjawab yang sedang diamanahkan kepada kita. Semoga!




















