Menakar Kekuatan 5 Lawan Timnas Pra Piala Dunia Zona Asia

KABARDAILY.COM – Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ketiga Zona Asia baru saja digelar di markas AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (27/6). 18 Tim yang diundi menempati enam grup.

Timnas Indonesia masuk ke “grup neraka” alias Grup C yang segrup dengan Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan Cina.

Sesuai regulasi nantinya tiap tim akan berlaga home dan away. Kemudian, dua tim teratas bakal dapat tiket lolos ke Piala Dunia 2026, sementara tim di peringkat ketiga dan keempat akan lanjut ke babak keempat.

Lalu bagaimana kekuatan 5 Lawan Timnas Indonesia di Grup C?

Persaingan di Grup C akan sangat sulit bagi Indonesia. Sebagai gambaran, Indonesia jadi negara dengan peringkat FIFA paling rendah dibanding lina negara lain di Grup C.

Melansir berbagai sumber, Indonesia punya rekor pertemuan kurang impresif dengan lawan-lawan yang akan dihadapi. Sebagai contoh, di Piala Asia 2023 lalu, Indonesia kalah dari Jepang dan Australia.

Jepang adalah langganan Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2022 lalu, Jepang melaju hingga babak 16 Besar.

Di atas kertas, Jepang unggul pada banyak aspek dibanding Indonesia. Jepang punya banyak pemain yang bermain secara reguler di liga top Eropa
seperti Endo, Tomiyasu, dan Kubo. Jepang juga berada di peringkat 17 ranking FIFA. Lima head to head terakhir, Indonesia selalu kalah versus Jepang.

Bagaimana dengan Australia? Berkaca pada Piala Asia 2022 lalu, Australia adalah lawan Timnas Indonesia di babak 16 Besar. Saat itu The Socceroos sangat perkasa menang empat gol tanpa balas atas Indonesia.

Sama seperti Jepang, Australia juga langganan Piala Dunia. Piala Dunia Qatar 2022 lalu, Australia mampu lolos ke babak 16 Besar.

Head to head keduanya, rekor pertemuan Australia vs Indonesia tercatat ada 17 pertandingan. Dari jumlah itu Indonesia hanya pernah menang 1 kali.

Sementara Arab Saudi yang dilatih Roberto Mancini memiliki jam terbang yang tinggi sebagai mantan pemain dan pelatih. Saat Italia juara Euro 2020, Mancini adalah pelatihnya.

Di sisi lain, Liga Arab Saudi saat ini dibanjiri banyak pemain bintang. Faktor ini membuat pemain Arab Saudi terbiasa berhadapan dengan pemain-pemain top level.

Berdasarkan data H2H, kedua negara sejauh ini telah bertemu sebanyak 12 kali. Namun dari 12 pertemuan tersebut, hasil terbaik yang didapatkan Indonesia hanyalah imbang. Itupun hanya sekali, sedangkan 11 pertemuan lainnya dimenangkan oleh Arab Saudi.

Selanjutnya, Indonesia pernah merasakan kekalahan paling buruk dalam sejarah Skuad Garuda saat kalah dengan skor 0-10 dari Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia.

Kisruh dualisme kompetisi membuat pelatih Aji Santoso saat itu tak bisa memaksimalkan pemain-pemain terbaik, karena peserta Indonesia Super League (ISL) menolak melepas pemainnya. Jadilah Timnas Indonesia hanya diperkuat bintang-bintang IPL.

Namun saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2007, Indonesia membuat kejutan di pertandingan pembukaan Grup D Piala Asia 2007. Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas mencetak gol kemenangan 2-1 atas Bahrain.

Dan terakhir, China tetap akan jadi lawan yang berat bagi Indonesia karena mereka punya pengalaman bermain di top level Asia.

Timnas China begitu superior terhadap Indonesia. Dari 17 pertemuan kedua tim, Indonesia baru menang sekali, tiga imbang, dan sisanya kalah.

Namun untuk saat ini mungkin di atas kertas, China jadi lawan yang bisa diimbangi Indonesia.

Meski begitu, timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Bukannya tanpa alasan, timnas Indonesia bisa mengincar peringkat keempat. Minimal mampu meraih kemenangan saat bertemu Bahrain dan China.

Masing-masing juara dan runner-up grup putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Untuk peringkat ketiga dan keempat Grup A-C, masih akan bermain di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, namun posisi kelima dan keenam tersingkir.