DP3AP2KB Banda Aceh Gelar  Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor Pengembangan Masjid Ramah Anak

Banda Aceh,kabardaily.com –  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Cut Azharida, S.H membuka kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor Pengembangan Masjid Ramah Anak (MRA) Kota Banda Aceh, Kamis 12 Oktober 2023  di Banda Aceh.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber Ustad Ridwan Ibrahim Kepala Dinas Syariat Islam Kita Banda Aceh dan Ustad Abrar Zym Kepala Kemenag Banda Aceh serta di pandu oleh moderator Ustad Fauzan Zakaria Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banda Aceh. Pertemuan ini juga menghadirkan peserta dari MPU, MAA, perwakilan BKM, BKPRMI, Forum Anak dan lembaga terkait lainnya.

FB IMG 1697100391640

Kepala DP3AP2KB Banda Aceh, Cut Zuraidha dalam sambutannya menyampaikan Masjid Ramah Anak (MRA) adalah satuan Masjid sebagai ruang publik untuk beribadah (Ibadah Mahdhah dan Ghoiru Mahdhah), untuk menjadi salah satu alternatif tempat anak-anak berkumpul, melakukan kegiatan positif, inovatif, kreatif dan rekreatif yang aman dan nyaman, dengan dukungan orang tua dan lingkungannya.

FB IMG 1697101543220

“Salah tujuan program hari ini kita akan bentuk Tim Pengembangan Masjid Ramah Anak yang akan di SK kan oleh Walikota Banda Aceh. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dari program Gampong Layak Anak dan sebagai bentuk perwujudan Kota Banda Aceh menjadi Kota Layak Anak, “ungkap Cut Zuraidha

Kadis Syariat Islam Banda Aceh Ridwan Ibrahim menyatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan saat ini demi memakmurkan masjid yaitu dengan tim Dai Kota Banda Aceh. Dai kota setiap malam Ahad mengadakan kegiatan kunjungan ke masjid-masjid guna menyampaikan dakwah.

Pada kesempatan yang sama juga hadir sebagai narasumber Ustad Abrar Zym Kepala Kantor Kemenag Banda Aceh. Dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pada dasarnya fungsi dari masjid dalam hubungannya dengan ramah anak diantaranya masjid harus dapat memenuhi hak anak, melindungi anak dari berbagai kekerasan, diskriminasi serta memberikan pengalaman ibadah yang menyenangkan bagi anak-anak. Namun masih banyak masjid yang belum ramah terhadap anak. Baik dari segi fasilitas, kebijakan maupun sikap pengurus dan jamaah.[*]