Ketua IPI Sebut Perpustakaan Gampong Salah Satu Alternatif Hindari Pengaruh Gadget

KOTA JANTHO,kabardaily.com  – Perpustakaan Gampong bisa menjadi salah satu alternatif sebagai tempat bermain dan berkreatifitas bagi anak-anak dan remaja, serta dapat menjadi alternatif supaya terhindar dari pengaruh gadget.

” Anak-anak dan para remaja dewasa ini sudah banyak terpengaruh dengan Gadget, sehingga Perpustakaan Gampong bisa menjadi pilihan tempat bermain, belajar dan berkreatifitas,” ujar Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kabupaten Aceh Besar Rahmawati SIP, saat menjadi motivator dalam Workshop Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Aula Wisma Atlet Kota Jantho, Selasa (3/10/2023).

Namun demikian, ia mengatakan Perpustakaan harus menyediakan berbagai layanan yang dapat mendukung hal itu, misalnya sarana yang mendukung seperti buku, alat peraga dan lain sebagainya. “Pustaka gampong tidak boleh kaku seperti dulu sebagai tempat membaca buku saja, tetapi harus bertransformasi dan Berbasis Inklusi Sosial, tergantung kebutuhan setempat, seperti tempat berlatih tari, mewarnai, melukis, tempat buat kue dan lain sebagainya,” jelas Rahma.

Dihadapan peserta yang merupakan perwakilan keuchik dan pengelola perpustakaan gampong yang ada di Aceh Besar itu, Rahma mengaku jika hal itu difasilitasi dan dilaksanakan maka anak-anak dapat melupakan dan terhindar dari hanya bermain dan nonton gadget.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP MM yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekdakab Aceh Besar Jamaluddin SSos MM membuka Workshop Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tersebut.

Dalam sambutannya, Jamaluddin SSos MM mengatakan, perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan SDM berkualitas, mandiri, dan mampu berdaya saing di era global. Salah satu peran penting tersebut adalah membangun masyarakat berpengetahuan.

Di samping itu, perpustakaan mengemban amanah sebagai tempat pembelajaran dan pusat kegiatan untuk masyarakat yang dikelola secara professional dan terbuka bagi semua kalangan. Sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dan dapat diukur capaian kinerja bagi kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap kepada keuchik dan pengelola perpustakaan untuk memperhatikan perpustakaan gampong dalam menganggarkan dana gampong, baik di bidang pembangunan maupun pengadaan buku dan insentif dalam pengelolaan perpustakaan gampong,” harapnya.

Perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah perpustakaan yang memberikan akses informasi dan layanan kepada semua orang, tanpa memandang latar belakang, kondisi sosial, atau kemampuan. Perpustakaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan.