HIPERCCI ACEH GELAR SIMPOSIUM dan WORKSHOP MECHANICAL VENTILATOR

Banda Aceh,kabardaily.com – Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (HIPERCCI) Provinsi Aceh menggelar kegiatan Simposium dan Workshop bagi perawat di area pelayanan kritis seperti ICU, ICCU, HCU, PICU se Aceh pada 23-24 September dilaksanakan di Auditorium Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Simposium yang digelar secara Hybrid (Daring dan luring) yang bertemakan “Sepsis Management in Nursing Update” ini diikuti oleh 283 perawat. Hadir sebagai narasumber yaitu Ketua PPNI Aceh Dr. Abdurrahman, M.Pd,) Ketua Perdatin Aceh dr. Yasir, Sp. An, TI Subsp,TI(K) FIP, Ns. Sri Diana Putri, M.Kep, Ns. Masykur, M.Kep, Ns. Irma Suryani, Ns. Zulkarnaini & Ns. Juwita Nurasfia.
Sedangkan untuk kegiatan workshop dikemas dengan tema “Mechanical Ventilator: From Basic to Clinical Practice” diikuti oleh 36 peserta.

Ketua Hipercci Aceh, Ns. Saiful Riza, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan knowledge dan skill perawat di Aceh. Di era yang serba digitalisasi ini, terjadi perkembangan yang sangat pesat dalam keilmuan keperawatan sehingga perawat harus mampu beradaptasi dengan evidence based baru, diperlukan satu bahasa dan pemahaman antara pelayanan keperawatan kritis pada rumah sakit yang satu dengan rumah sakit yang lain diseluruh Aceh sehingga akan mengoptimalkan pemberian pelayanan keperawatan kepada masyarakat.

Saiful Riza menambahkan bahwa dengan tersedia ruang ICU pada berbagai rumah sakit di daerah, harapannya fasilitas yang tersedia di ruang tersebut dapat dioptimalkan oleh para perawat critical care dengan pengetahuan dan keterampilan yang handal. Hadirnya HIPERCCI Aceh sebagai organisasi himpunan perawat yang berfokus pada critical care diharapkan mampu memfasilitasi perawat agar benar benar dapat melaksanakan asuhan keperawatan di area kritis dengan cepat, tepat dan akurat.

Pada kesempatan yang sama, ketua panitia Ns. Desi Shahyani, mengemukakan kegiatan simpo dan wokhsop yang digelar setiap tahun ini terasa spesial dikarenakan diikuti tidak hanya oleh peserta dari Aceh, tapi banyak juga peserta dari luar Aceh, kemudian acara ini terasa istimewa karena digelar pada bulan yang bertepatan dengan peringatan hari sepsis sedunia. Kasus sepsis memiliki angka Case Fatality Rate yang tinggi di ruang ruang perawatan intensif, sehingga diharapkan perawat dapat lebih aware terhadap kondisi ini dan mampu memberikan pelayanan optimal demi kesembuhan pasien.

Desi mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah mensupport sehingga kegiatan ini sukses terlaksana dengan baik, kepada seluruh peserta simposium dan workshop diharapkan agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh pada kegiatan ini di rumah sakit masing masing, tutupnya.[*]