Kadisdikbud Aceh Besar Narasumber Workshop Pendidikan

Banda Aceh,kabardaily.com – Kepala Disdikbud Abes, Dr Silahuddin  MAg menjadi narasumber Workshop Pendidikan penguatan penerapan protokol kesehatan dalam rangka Akselerasi PTM Terbatas, Rabu (6/10/2021) di Grand Nanggroe, Lueng Bata Banda Aceh yang diadakan oleh Direktorat Sekolah Atas Kemendikbudristek RI dan Komisi X DPR RI.

Selain Kadisdikbud Aceh Besar workshop pendidikan tersebut juga menghadirkan tokoh pendidikan Aceh Besar, Drs Hamdani yang juga selaku anggota MPD Aceh Besar dan dari Dinas Kesehatan Aceh Besar.

IMG 20211007 WA0001

 

Workshop pendidikan itu dibuka oleh Dirjen PAUD Dikdasmen diwakili oleh Direktur Sekolah Menengah Atas, Dr Suhartono dengan Keynote Speaker anggota Komisi X DPR RI, Hj Illiza Saaduddin Djamal SE, sementara peserta workshop sebanyak 150 orang guru dan kepala SMA, SMK se-Aceh Besar.

Dalam sambutannya Suharsono mengatakan IT mempermudah cara mengajar, untuk itu bapak ibu kepsek sampaikan kepada guru-guru untuk mengupgrade ilmu terutama dalam bidang IT.

FB IMG 1633542557256

“Covid memaksa kita untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran yang sebelumnya kita bisa mengajar face to face sekarang harus melakukannya secara daring, “ujarnya.

Menurutnya saat ini dua konsep yang harus menjadi pemahaman kita semua yaitu bagaimana semua warga sekolah sehat dan tumbuh kembang pendidikan harus tetap berlangsung.

Sementara Keynote Speaker, Bunda Illiza mengharapkan guru mampu menggali potensi diri mengembangkannya kepada orang lain.

“Manusia yang bermasalah dengan manusia berarti dia bermasalah dengan Allah, maka jadilah manusia yang utuh dengan mendekatkan diri dan mengenal Allah, “ajak mantan Wali Kota Banda Aceh ini.

Narasumber pertama Kadisdikbud Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg menyampaikan maju mundurnya sekolah berdasarkan kepada kepsek, guru dan wali murid.

“Akselerasi dalam pendidikan PTM ini kesehatan dan pendidikan tidak bisa dipisahkan untuk melaksanakannya harus bisa meyakinkan kepada guru, wali murid dan berkoordinasi dengan satgas covid-19 tentunya, “tambah Silahuddin.

Menurutnya pendidikan tidak dapat dipisahkan ada TK, SD, SMP, dan SMA/SMK walaupun dalam penanganan yang berbeda jenjang sekarang ini.

Narasumber kedua dari Dinas Kesehatan Aceh Besar, Deni Yaneva menyampaikan vaksinasi bukanlah hal yang baru untuk itu ia meminta dukungan semua pihak untuk tercapainya kegiatab vaksinasi covid-19.

“Pencegahan paling efektif adalah prokes dan vaksinasi, tidak ada usaha yang percuma, yang percuma adalah menyebarkan berita hoaks mengenai vaksin yang tidak jelas sumbernya, “ungkap Deni Yaneva.

Sementara narasumber ketiga Drs Hamdani menjelaskan mengenai ketercapaian pendidikan dan vaksinasi selama pandemi yang sudah melanda Indonesia yang hampir tiga tahun ini.

Peserta workshop mengikuti kegiatan dengan semangat dan diakhiri dengan tanya jawab.[]