ICAGRI 2026 USK, Prof. Yuta Hara Soroti Pentingnya Sendai Framework dan Target SDGs dalam Membangun Ketahanan Iklim dan Bencana

KABARDAILY.COM,BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Fakultas Pertanian resmi menggelar The 8th International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) 2026 secara hybrid di Banda Aceh pada Rabu–Kamis, 7–8 Oktober 2026.

Mengangkat tema “Bridging Agriculture and Forest Ecosystem through Sustainable Land Management for Climate Resilience,” forum internasional ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin demi menghadapi tantangan iklim dan lingkungan yang kian kompleks.

Dalam helatan ini, Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Sabardudin, M.Agr.Sc., menegaskan bahwa keterkaitan antara pertanian dan ekosistem hutan sangat erat. Pengelolaan lahan berkelanjutan tidak hanya memengaruhi ketahanan pangan, tetapi juga keberlanjutan mata pencaharian, keanekaragaman hayati, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Salah satu sorotan utama dalam konferensi ini datang dari pembicara kunci (keynote speaker), Professor Yuta Hara, Ph.D. International Research Institute of Disaster Science, Tohoku University & Collaborative Researcher, Research Institute for Humanity and Nature. Prof Yuta Hara menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sendai Framework (2015–2030) yang berfokus pada Pengurangan Risiko Bencana (Disaster Risk Reduction) dan prinsip Build Back Better memiliki peran krusial dalam mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Secara khusus, hal ini berdampak pada pengentasan kemiskinan (SDG 1.5), pembangunan kota berkelanjutan (SDG 11.5 & 11.b), serta aksi terhadap iklim (SDG 13.1).

Lebih lanjut, Prof. Yuta Hara menggarisbawahi pentingnya penguatan komitmen internasional dan kerja sama regional. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Jepang berkolaborasi dengan United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) siap menjadi tuan rumah 2027 Asia-Pacific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (APMCDRR) yang akan berlangsung pada 25–29 Oktober 2027 di Sendai International Center, Jepang. Konferensi ini diharapkan menjadi platform utama bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memantau kemajuan, berbagi pengetahuan, serta memperkuat sinergi regional dalam meningkatkan ketahanan kawasan Asia-Pasifik terhadap bencana.

Selain Prof. Yuta, ICAGRI 2026 juga menghadirkan deretan pakar internasional lainnya, seperti Catur Endah Prasetiani P. (Dirjen Perhutanan Sosial Kemenhut), Prof. Dr. Hermann Behling (Georg-August-University Göttingen), serta Dr. Mohamad Shaharudin bin Samsurijan (Universiti Sains Malaysia).

Melalui penyelenggaraan ICAGRI ke-8 ini, USK semakin mempertegas posisinya dalam jejaring akademik global. Konferensi ini membuktikan bahwa tantangan perubahan iklim serta pengurangan risiko bencana. []