KABARDAILY.COM,BANDA ACEH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar mengapresiasi Universitas Syiah Kuala (USK) yang menggelar Festival Masak Kuah Beulangong dalam rangka Milad USK ke-65, Minggu 20 September 2026 di halaman AAC Dayan Dawood, Banda Aceh.
Hal tersebut disampaikan Kadisdikbud Aceh Besar melalui Kabid Kebudayaan, Cut Jarita Susanti SPd yang turut menjadi juri festival kuah beulangong bersama T Raden Sulaiman dan tiga juri lainnya.

Cut Jarita mengungkapkan festival yang dilaksanakan USK ini sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkan kuliner tradisional Aceh kepada generasi muda.
“Kuah beulangong sudah mendapatkan sertifikat Warisan Budaya Tak benda (WBTb) dari Kemendikbud Tahun 2018, Nomor SK: 264/M/2018, Nomor Registrasi: REK/WBTB/2018/01/00010 asal Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, “terang Cut Jarita.
Festival tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya lokal, khususnya tradisi memasak kuah beulangong yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Aceh.
“Kami sangat mengapresiasi USK yang telah menghadirkan kegiatan seperti ini. Festival kuah beulangong bukan hanya soal kuliner, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar mereka mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan warisan budaya Aceh,” ujar Cut Jarita.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, mahasiswa, komunitas budaya, serta masyarakat. Dengan demikian, tradisi kuliner Aceh dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Festival Masak Kuah Beulangong yang digelar USK juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal proses pengolahan makanan tradisional secara langsung. Selain memperkenalkan kekayaan kuliner Aceh, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.
“Tradisi lokal, termasuk kuliner, dinilai perlu terus diperkenalkan melalui kegiatan kreatif dan edukatif yang sesuai dengan perkembangan zaman, “tambahnya.
Melalui festival tersebut, semangat menjaga warisan budaya Aceh diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaku budaya, tetapi juga menjadi bagian dari peran generasi muda dalam mempertahankan identitas daerah.
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan festival kuah beulangong sebagai wujud kebersamaan antar fakultas dan keluarga besar USK.
“Berbicara tentang USK tidak hanya melulu soal capaian akademik semata. Lebih dari itu, universitas ini adalah tentang orang-orang hebat yang membersamainya, “katanya.
“Bicara USK tidak hanya bicara akademik saja. Tapi juga orang-orang yang membersamai; tentang dosen yang sabar mendidik, tenaga kependidikan (tendik) yang terus memastikan pelayanan terbaik, jajaran pimpinan yang tak jemu bekerja keras, para mahasiswa, dan seluruh elemen di dalamnya,” ungkap Prof. Mirza.[*]




















