PBAK FAH UIN Ar-Raniry Tak Sekadar Kenalkan Kampus, Mahasiswa Didorong Aktif dan Kritis

KABARDAILY.COM,Banda Aceh — Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah. Bagi mahasiswa baru, fase ini menjadi awal untuk membangun cara berpikir, karakter, sekaligus menemukan ruang untuk mengembangkan diri.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tahun 2026, Rabu (26/8/2026).

Sebanyak 175 mahasiswa baru mengikuti PBAK tingkat Fakultas dan Prodi yang berlangsung selama dua hari tersebut. Mereka berasal dari tiga program studi, yakni 43 mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI), 51 mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab (BSA), serta 81 mahasiswa Ilmu Perpustakaan.

PBAK digelar untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan lingkungan akademik, program studi, dosen, serta kehidupan organisasi kemahasiswaan di Fakultas Adab dan Humaniora. Namun, kegiatan itu tidak berhenti pada pengenalan lingkungan kampus.

Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin MAg PhD mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan gelar sebagai tujuan utama dalam menempuh pendidikan tinggi.

“Kuliah bukan sekadar mengejar gelar. Melanjutkan pendidikan tinggi merupakan proses untuk menjadi pembelajar dan insan terpelajar. Kemuliaan seseorang tidak hanya ditentukan oleh gelarnya, tetapi oleh kualitas dirinya sebagai orang yang terpelajar,” kata Syarifuddin.

Menurut dia, menjadi mahasiswa berarti memasuki lingkungan masyarakat akademik. Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya hadir dalam ruang kuliah, tetapi juga aktif belajar, berpikir kritis, memiliki wawasan terbuka, dan terus mengembangkan kemampuan.

“Menjadi mahasiswa berarti menjadi bagian dari masyarakat akademik. Karena itu, harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Syarifuddin mengatakan kemampuan akademik tidak cukup menjadi bekal mahasiswa. Pengetahuan perlu disertai akhlak, adab, etika, dan integritas.

Ia meminta mahasiswa mulai membangun kebiasaan jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas sejak awal menjalani kehidupan perguruan tinggi.

Menurutnya, proses pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga pribadi yang memiliki kualitas diri dan mampu memberi manfaat.

Di sisi lain, mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan, termasuk perkembangan teknologi digital.

Syarifuddin mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan menghasilkan karya yang dapat diakses serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia mencontohkan pembelajaran sejarah yang kini dapat dikembangkan melalui berbagai media digital, tidak hanya mengandalkan buku.

“Ilmu yang kalian dapatkan jangan hanya berhenti di dalam kelas. Harus ada dampaknya, harus ada manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa baru juga diajak mengenal organisasi kemahasiswaan.
Syarifuddin menilai organisasi dapat menjadi ruang belajar di luar kelas. Di dalamnya, mahasiswa dapat memperluas wawasan, membangun persahabatan, belajar memimpin, sekaligus melatih kemampuan menyampaikan gagasan.

Ia mengingatkan mahasiswa agar perbedaan organisasi dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.

“Gunakan masa kuliah untuk membentuk diri, bukan sekadar memperoleh ijazah. Jadikan ilmu, akhlak, karakter dan pengalaman organisasi sebagai bekal untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DEMA FAH UIN Ar-Raniry, Zayyaf Naufal Jannah Wal Fitrah, menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FAH.

Ia mengajak mahasiswa baru menjalani perkuliahan dengan kesungguhan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab.
“Mahasiswa harus memiliki niat dan tekad untuk sukses, fokus pada tujuan pendidikan serta menjaga nama baik Fakultas Adab dan Humaniora dan UIN Ar-Raniry,” ujar Zayyaf.

Ketua Panitia PBAK FAH UIN Ar-Raniry 2026, Fathin Rizki Erasqal, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.

“PBAK yang dilaksanakan selama dua hari ini bertujuan membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus, kehidupan akademik, program studi serta organisasi kemahasiswaan di Fakultas Adab dan Humaniora,” kata Fathin.

PBAK 2026 pun diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun bekal selama menjalani kehidupan perguruan tinggi, bukan hanya untuk menyelesaikan studi, tetapi juga untuk tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat. [ ]