KABARDAILY.COM,JANTHO — Sebanyak 53 kepala SD dan SMP Swasta di Kabupaten Aceh Besar menghadiri kegiatan “Silaturrahmi dan Penguatan Program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS)” di Aula SMPN 3 Ingin Jaya, Kamis (13/8/2026).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Besar, Dr. Agus Jumaidi, M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa BKBS merupakan program unggulan dari Bupati Aceh Besar, Muharram Idris.
Ia menyebutkan, program ini sangat relevan untuk menjawab tantangan dan kondisi pendidikan saat ini.

“Disaat peserta didik mulai kehilangan ruh terhadap pendidikan agama, hadirnya program BKBS ini bisa menjadi stimulan ulang. Harapan kita bersama, program ini mampu menjaga agar peserta didik tetap berada di dalam lingkaran syariat,” ujar Agus Jumaidi.
Sementara itu Kabid Dikdas Disdikbud Aceh Besar, Sanusi SE menyampaikan pertemuan ini sebagai upaya penyamaan persepsi serta pemantapan teknis pelaksanaan program pada sekolah swasta.
“Selama ini sekolah swasta mungkin belum mengetahui secara utuh program BKBS yang menjadi program unggulan Syech Muharram-Syukri Ajalil, “katanya.
“Dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat memahami dengan baik sehingga semua sekolah di Aceh Besar jenjang SD dan SMP baik Negeri dan Swasta dapat melaksanakan program BKBS di sekolah masing-masing, “pungkasnya.
Dalam sesi dengar pendapat, program BKBS mendapat respons positif dari para kepala sekolah. Mayoritas menyatakan dukungan penuh untuk menerapkan program ini di sekolah.
Meski demikian, para kepala sekolah memberikan catatan agar teknis pelaksanaan BKBS dapat diselaraskan dengan kurikulum satuan pendidikan.
Antusiasme pengembangan program juga muncul dari peserta. Kepala SD Abulyatama secara khusus mengusulkan agar BKBS ke depannya turut memberikan ruang dan kesempatan bagi para guru/wali murid untuk ikut serta atau geujak beut di sekolah.
Usulan tersebut disambut baik oleh Pembina Program BKBS, Tgk. Nazaruddin, S.H.
Ia menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua sangat sejalan dengan visi utama program ini.
“Namun, tentu hal ini perlu komunikasi lebih lanjut bersama para pengajar untuk mengatur format yang tepat,” jelas Tgk. Nazaruddin.
Lebih lanjut, Tgk. Nazaruddin menekankan bahwa substansi paling penting dari kegiatan silaturrahmi ini adalah untuk mendengar langsung feedback dari sekolah.
“Upaya dengar pendapat terhadap pelaksanaan yang sudah dan akan dijalankan menjadi bagian penting untuk memperkuat efektivitas program BKBS di sekolah swasta,” tutupnya.[*]




















