KABARDAILY.COM – Acara bincang buku yang menghadirkan penulis buku “Penumpang Gelap”, Alijullah Hasan Yusuf, serta Dosen Fisika FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Zulkarnain Jalil, S.Si, M.Si., berlangsung menarik. Kegiatan yang dipandu oleh aktivis literasi Bireuen, Mukhlis Aminullah, ini dilaksanakan di Oproom Pusat Pemerintahan Bireuen, Rabu (15/7/2026) dan diikuti oleh para guru, pegiat literasi, serta anggota komunitas baca.
Dalam sambutannya, Bunda Guru Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, menyampaikan rasa senang atas kehadiran Alijullah Hasan Yusuf yang bersedia berbagi pengalaman inspiratif dengan para pendidik dan penggiat literasi di Bireuen. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi pemantik semangat literasi bagi seluruh peserta.
”Kisah Pak Alijullah yang pernah naik pesawat tanpa tiket tentu bukan untuk ditiru. Namun, ambillah sisi positifnya bahwa untuk merubah nasib, kita memang harus memiliki tekad yang kuat,” ujar Sadriah.
Lebih lanjut, Sadriah juga berbagi kesan saat berkunjung ke London, di mana ia melihat ternyata banyak putra-putri asal Bireuen yang berhasil meniti karier sukses di Eropa. Ia pun mengajak seluruh guru yang hadir agar menjadikan kisah-kisah sukses tersebut sebagai bahan cerita motivasi bagi para murid di sekolah masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, Alijullah Hasan Yusuf membagikan perjuangan hidupnya saat bertekad mengubah nasib ke luar negeri pada akhir tahun 60-an. Ia menceritakan pengalamannya nekat naik pesawat tanpa tiket menuju Eropa hingga dua kali dan harus dideportasi. Berkat tekad yang tak kunjung padam untuk meraih kesuksesan, ia akhirnya berhasil terbang ke Eropa secara resmi dan berkarier di KBRI Prancis selama hampir empat puluh tahun. Kisah perjalanan hidupnya tersebut kini ia tuangkan ke dalam tiga buku serial “Penumpang Gelap”.
Sementara itu, Dr. Zulkarnain Jalil, S.Si, M.Si, yang menjadi narasumber selanjutnya, memaparkan kedalaman isi buku tersebut yang telah dibedah berkali-kali di berbagai kampus ternama, termasuk dalam acara televisi Kick Andy. Zulkarnain juga menyoroti kiprah Alijullah yang sangat dermawan dalam membantu warga Indonesia di Paris hingga dijuluki sebagai “Lurah Paris”.
”Berdasarkan pengalaman saya tinggal di Paris saat menempuh pendidikan, saya menyaksikan sendiri bagaimana sosok Pak Alijullah begitu dihormati karena kepeduliannya yang sangat tinggi dalam membantu sesama warga Indonesia di sana,” ungkap pria asal Pidie yang juga Visiting Researcher di ICMPE Paris,
Antusiasme peserta terlihat jelas melalui berbagai pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi. Sebagai bentuk apresiasi, Alijullah memberikan hadiah berupa buku (doorprize) kepada tiga peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab. Kegiatan yang berlangsung pada 15 Juli 2026 ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. (Rus)




















